Akurat
Pemprov Sumsel

Tafsir Surah Al-Isra' Ayat 1: Membuktikan Kebenaran Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Januari 2025, 11:30 WIB
Tafsir Surah Al-Isra' Ayat 1: Membuktikan Kebenaran Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

AKURAT.CO Peristiwa Isra' Mi'raj adalah salah satu mukjizat paling agung yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini menunjukkan kebesaran Allah SWT dan menjadi bukti keimanan bagi umat Islam. Dalam Al-Qur'an, peristiwa ini disebutkan dalam Surah Al-Isra' ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."

Penafsiran Ayat

Kata "سُبْحَانَ" di awal ayat mengandung makna penyucian Allah dari segala sifat kekurangan.

Penempatan kata ini menunjukkan keagungan peristiwa Isra' Mi'raj yang hanya bisa terjadi dengan kekuasaan Allah. Kata "أَسْرَىٰ" berasal dari akar kata س-ر-ى yang berarti "melakukan perjalanan malam".

Penggunaan kata ini menegaskan bahwa perjalanan ini berlangsung dalam waktu semalam, sesuatu yang di luar kemampuan manusia biasa pada masa itu.

Masjidil Haram, tempat dimulainya perjalanan, adalah pusat spiritual umat Islam, sedangkan Masjidil Aqsa merupakan tempat yang diberkahi karena dikelilingi oleh sejarah para nabi. Ayat ini mengandung pesan tentang kontinuitas risalah kenabian dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Contoh Rangkaian Acara Peringatan Isra Mi'raj 2025: Cocok untuk Referensi MC

Pendapat Para Mufasir

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa perjalanan ini melibatkan tubuh dan ruh Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar mimpi. Beliau menegaskan, "Isra' terjadi dengan jasad dan ruh Nabi sebagai mukjizat agung yang menunjukkan kekuasaan Allah."

Al-Qurthubi menambahkan, "Ayat ini adalah bukti nyata bahwa perjalanan Isra' Mi'raj bukanlah simbolik atau mimpi, melainkan peristiwa yang benar-benar terjadi.

Penggunaan kata 'bi'abdihi' (hamba-Nya) menunjukkan bahwa Nabi Muhammad diperjalankan dengan tubuh dan ruhnya."

Sementara itu, Sayyid Qutb dalam Fi Zilalil Quran memaknai perjalanan ini sebagai penguatan spiritual bagi Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini terjadi pada masa-masa sulit dalam dakwah beliau, sehingga menjadi tanda kasih sayang Allah dan bukti keagungan risalah Islam.

Dalil-dalil Pendukung Kebenaran Isra' Mi'raj

Selain ayat ini, peristiwa Isra' Mi'raj juga dijelaskan dalam banyak hadis sahih. Dalam Sahih Bukhari, dari Anas bin Malik RA disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Pada malam aku diperjalankan, aku sampai di Baitul Maqdis, lalu aku dihadapkan dengan segelas susu dan segelas khamar. Aku memilih susu, maka dikatakan kepadaku, 'Engkau telah memilih fitrah'."

Hadis ini menggambarkan sebagian kecil dari pengalaman Nabi selama Isra' Mi'raj, yang memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Bukti-Bukti Kontemporer

Dalam kajian modern, banyak yang memandang bahwa Isra' Mi'raj adalah simbol kekuasaan Allah yang melampaui ruang dan waktu.

Ilmu pengetahuan saat ini membuktikan bahwa perjalanan kecepatan tinggi atau melintasi dimensi adalah konsep yang mungkin, meskipun tidak sepenuhnya dipahami.

Mukjizat ini menunjukkan bahwa kekuasaan Allah tidak terikat oleh hukum fisika yang berlaku bagi manusia.

Baca Juga: Isra Mi'raj 2025 Kapan? Ini 5 Tema Menarik untuk Peringatan Isra Mi'raj

Kesimpulannya, Isra' Mi'raj adalah peristiwa yang membuktikan kebesaran Allah dan keistimewaan Nabi Muhammad SAW.

Ayat 1 Surah Al-Isra' memberikan dasar tekstual yang kuat tentang peristiwa ini, diperkuat oleh penafsiran para ulama klasik dan kontemporer.

Mukjizat ini menjadi bukti nyata bagi orang-orang yang beriman dan menjadi pengingat bahwa segala sesuatu berada dalam kuasa Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.