Live Draw Toto Macau 4D Dapat Menghapus Pahala Puasa Sunnah Bulan Sya'ban, Ini Dalilnya Lengkap!

AKURAT.CO Live Draw Toto Macau 4D menjadi salah satu kegiatan yang tak jarang dilakukan seseorang karena iseng. Termasuk saat sedang melakukan puasa sunnah bulan Sya'ban.
Dalam ajaran Islam, bulan Sya’ban memiliki keutamaan yang besar, terutama dalam menjalankan puasa sunnah. Rasulullah SAW dikenal sebagai seseorang yang banyak berpuasa di bulan ini.
Namun, segala amal ibadah yang dikerjakan seorang Muslim dapat terhapus jika disertai dengan perbuatan maksiat, termasuk berjudi seperti live draw Toto Macau 4D.
Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Mā’idah ayat 90:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamr, berjudi, berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dari perbuatan setan. Maka jauhilah itu agar kamu beruntung." (QS. Al-Mā’idah: 90).
Baca Juga: Puasa Sunnah Bulan Syaban Mulai Kapan? Ini Niat dan Tata Caranya Lengkap
Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa berjudi, termasuk dalam bentuk taruhan online seperti live draw Toto Macau 4D, adalah perbuatan yang dilarang dan termasuk dalam kategori dosa besar.
Islam tidak hanya melarang judi, tetapi juga menegaskan bahwa hal tersebut adalah perbuatan setan yang menjauhkan manusia dari keberuntungan yang hakiki, yaitu keberkahan dan pahala dari Allah ﷻ.
Rasulullah ﷺ juga memperingatkan bahwa amal saleh dapat terhapus jika seseorang melakukan perbuatan dosa besar. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
Artinya: "Barang siapa meninggalkan shalat, maka terhapuslah amalannya." (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa amal ibadah dapat sia-sia jika seseorang melakukan dosa besar. Meskipun konteks hadits ini tentang meninggalkan shalat, prinsip yang sama berlaku untuk dosa lain seperti judi.
Jika seseorang menjalankan puasa sunnah di bulan Sya’ban tetapi tetap melakukan maksiat seperti judi, maka puasanya tidak akan memberikan manfaat spiritual karena terhapus oleh perbuatan dosanya sendiri.
Lebih lanjut, dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالظَّمَأُ
Artinya: "Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga." (HR. Tirmidzi)
Hadits ini menegaskan bahwa puasa seseorang bisa menjadi sia-sia jika tidak diiringi dengan amal kebaikan dan meninggalkan maksiat.
Jika seseorang berpuasa sunnah di bulan Sya’ban tetapi tetap berjudi, maka puasanya hanya akan menjadi sekadar menahan lapar dan haus tanpa mendapatkan pahala dari Allah ﷻ.
Baca Juga: Nisfu Sya'ban: Keutamaan dan 5 Amalan Paling Besar Pahalanya
Oleh karena itu, seorang Muslim yang ingin meraih keberkahan bulan Sya’ban harus menjauhi perbuatan yang dapat menghapus pahala amal salehnya, termasuk judi.
Berjudi bukan hanya sekadar permainan, tetapi ia adalah bentuk maksiat yang dapat menghancurkan nilai ibadah seseorang.
Maka, hendaknya seorang Muslim yang ingin mendapatkan pahala penuh dari puasa sunnah di bulan Sya’ban benar-benar menjaga dirinya dari perbuatan haram, agar puasanya diterima oleh Allah ﷻ dan menjadi amalan yang membawa keberkahan di dunia serta akhirat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










