Niat Puasa Nisfu Syaban Ayyamul Bidh di Pagi Hari karena Lupa: Sah atau Tidak?

AKURAT.CO Niat Puasa Nisfu Syaban Ayyamul Bidh seringkali lupa diucapkan di malam hari. Dalam Islam, puasa sunah sendiri memiliki fleksibilitas yang berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadan.
Jika seseorang lupa berniat di malam hari, ia masih diperbolehkan berniat di pagi hari dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
Dalam kondisi seperti ini, seseorang dapat mengucapkan niat puasa sunah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an sunnati Sya'ban lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat berpuasa esok hari dari puasa sunah Syaban karena Allah Ta’ala.
Atau jika ia ingin berniat puasa Ayyamul Bidh yang juga jatuh pada pertengahan bulan, ia bisa membaca niat:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ أَيَّامِ الْبِيضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin min ayyâmil bidh lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat berpuasa esok hari dari puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.
Baca Juga: Puasa Nisfu Syakban 2025: Jadwal, Niat, dan Panduan Lengkap
Dalam mazhab Syafi’i dan sebagian ulama lainnya, diperbolehkan berniat puasa sunah di pagi hari sebelum zawal (tergelincirnya matahari atau waktu zuhur), selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Rasulullah SAW sendiri pernah mencontohkan hal ini dalam hadis riwayat Muslim, di mana beliau suatu hari bertanya kepada keluarganya apakah ada makanan, dan ketika diberitahu tidak ada, beliau kemudian berniat puasa.
Islam memang agama yang penuh rahmat, memberi kemudahan bagi mereka yang lupa, selama masih dalam batasan yang dibenarkan syariat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









