Apakah Muslim Boleh Memberi Ucapan Kebangkitan Yesus Kristus? Begini Menurut Islam

AKURAT.CO Setiap kali umat Kristiani merayakan Paskah, muncul kembali perdebatan klasik: apakah umat Islam boleh memberi ucapan kebangkitan Yesus Kristus? Bagi sebagian orang, ini hanya soal sopan santun dan toleransi sosial.
Tapi bagi sebagian lainnya, ini bukan perkara ringan, melainkan menyentuh jantung keimanan: apakah seorang Muslim boleh memberi ucapan kebangkitan Yesus Kristus yang mungkin itu bertentangan dengan akidah Islam?
Memberi ucapan kebangkitan Yesus Kristus sejatinya bukan sekadar ucapan selamat seperti “selamat ulang tahun” atau “selamat menempuh hidup baru”. Paskah dalam tradisi Kristen adalah perayaan atas kebangkitan Yesus dari kematian, yang diyakini sebagai bukti keilahiannya dan dasar dari doktrin penebusan dosa.
Artinya, ucapan ini membawa beban teologis—yakni pengakuan terhadap kebangkitan Yesus sebagai Tuhan. Di sinilah titik krusialnya: Islam secara tegas menolak konsep ketuhanan Isa Al-Masih.
Dalam Islam, Nabi Isa ‘alaihissalām memang sosok yang sangat mulia, tapi ia bukan Tuhan. Ia adalah utusan Allah, bukan anak Allah. Al-Qur’an menyatakan hal ini dengan sangat jelas dalam surah an-Nisā’ ayat 171:
يا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ
Artinya: “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.” (QS. an-Nisā’: 171)
Baca Juga: Menag: Jangan Egois Saat Berdoa di Tanah Suci, Doakan Juga Palestina
Maka memberi ucapan kebangkitan Yesus Kristus tidak bisa dianggap netral. Ia berimplikasi pada pengakuan terhadap inti kepercayaan yang bertentangan langsung dengan tauhid. Ulama seperti Ibn al-Qayyim dalam Ahkām Ahl al-Dzimmah menyebut bahwa mengucapkan selamat terhadap perayaan agama lain yang mengandung unsur syirik adalah perbuatan yang dilarang, karena termasuk dalam bentuk ridha terhadap kekufuran mereka, meskipun si pengucap tidak meyakininya.
Prinsip teologis ini juga ditegaskan dalam surah al-Kāfirūn:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Artinya: “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (QS. al-Kāfirūn: 6)
Namun demikian, bukan berarti Islam melarang umatnya untuk hidup rukun dan berinteraksi baik dengan pemeluk agama lain.
Islam membolehkan bahkan menganjurkan untuk berbuat adil dan berbuat baik kepada non-Muslim selama tidak memerangi atau menindas umat Islam (lihat QS. al-Mumtahanah: 8).
Maka, sikap ramah, toleran, dan menghargai keyakinan orang lain tetap menjadi bagian dari ajaran Islam. Hanya saja, semua itu dilakukan tanpa harus melanggar batas akidah.
Di tengah semangat toleransi zaman ini, penting bagi umat Islam untuk tetap jernih dalam membedakan antara akhlak sosial dan komitmen ideologis.
Kita bisa tetap menghormati keyakinan orang lain, tanpa perlu ikut mengafirmasi apa yang tidak kita yakini.
Memberi ucapan kebangkitan Yesus Kristus mungkin tampak sederhana, tapi bisa membawa implikasi serius terhadap batas iman yang seharusnya dijaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









