Apakah Paus Fransiskus Masuk Surga? Begini Perspektif Islam tentang Balasan Kebaikan Non-Muslim

AKURAT.CO Kabar wafatnya Paus Fransiskus pada Senin (21/4/2025) pagi waktu Vatikan tak hanya mengguncang dunia Katolik, tetapi juga memantik diskusi lintas iman. Ucapan duka dan penghormatan berdatangan dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari kalangan Muslim.
Namun, muncul pula pertanyaan yang tak kalah serius: bagaimana Islam memandang nasib akhirat tokoh sekelas Paus Fransiskus? Apakah segala kebaikannya selama hidup akan membawanya ke surga, meskipun ia bukan seorang Muslim?
Dalam khazanah Islam, pertanyaan semacam ini menyentuh wilayah yang sangat sensitif: batas antara keimanan dan kebaikan universal.
Islam, sebagai agama yang menekankan tauhid sebagai pondasi keselamatan, secara eksplisit menyatakan bahwa keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah syarat mutlak masuk surga.
Dalam Surah Al-Bayyinah ayat 6, Allah berfirman:
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ
"Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik, berada di neraka Jahannam, kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk."
Ayat ini memberikan batas tegas bahwa keimanan bukan hanya soal niat baik atau kontribusi sosial, tetapi tentang pengakuan kepada risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.
Sebab itu, dalam tradisi Islam, seseorang yang wafat tanpa menyatakan keimanan kepada Islam tidak dijanjikan keselamatan di akhirat—betapapun besar kontribusinya dalam membela nilai-nilai kemanusiaan.
Baca Juga: Banyak Orang Tidak Tahu, Paus Fransiskus Meninggal Dunia karena Penyakit Ini
Namun demikian, Islam tidak serta-merta menghapus nilai kebaikan yang dilakukan oleh seorang non-Muslim. Dalam Surah Al-Furqan ayat 23, Allah menyebutkan:
وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُوا۟ مِنْ عَمَلٍۢ فَجَعَلْنَـٰهُ هَبَآءًۭ مَّنثُورًا
"Dan Kami hadapkan segala amal yang telah mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang berterbangan."
Ayat ini menunjukkan bahwa amal kebaikan yang tidak didasari dengan iman kepada Allah dan risalah Nabi Muhammad saw. tidak memiliki bobot ukhrawi.
Akan tetapi, sejumlah ulama menafsirkan bahwa kebaikan orang-orang non-Muslim bisa saja dibalas di dunia—dalam bentuk kemuliaan, umur panjang, kesehatan, atau kemudahan hidup.
Dalam satu riwayat hadits sahih, Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seorang pun. Jika ia berbuat baik sebagai seorang kafir, maka ia akan diberi balasan kebaikan itu di dunia. Adapun di akhirat, ia tidak akan memperoleh pahala karena ia tidak pernah membawa iman." (HR. Muslim)
Dengan demikian, meski Paus Fransiskus dikenal sebagai tokoh moral dan pemersatu lintas agama, yang banyak menyuarakan perdamaian dan solidaritas kemanusiaan, dari perspektif akidah Islam, kebaikan-kebaikannya tidak menjamin keselamatan akhirat jika ia wafat dalam keadaan tidak beriman kepada Islam.
Namun, penting juga untuk digarisbawahi bahwa penilaian akhir tetap berada di tangan Allah. Islam menolak manusia bertindak sebagai "hakim akhirat". Allah Maha Mengetahui isi hati, niat, dan keadaan seseorang saat meninggal dunia. Dalam Surah Al-An'am ayat 115 ditegaskan:
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًۭا وَعَدْلًۭا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
"Telah sempurna kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an) dalam kebenaran dan keadilan. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Baca Juga: PGI Kenang Paus Fransiskus: Gembala Dunia yang Menolak Kemewahan, Merangkul Kemanusiaan
Oleh karena itu, meskipun secara teologis Islam memiliki batas tegas, namun urusan siapa yang masuk surga atau neraka tetap menjadi hak prerogatif Allah yang mutlak dan penuh hikmah. Peran manusia hanyalah mengimani, meneladani, dan menyampaikan, bukan menghakimi. Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










