Hari Bumi Diperingati 22 April 2025, Ini Pentingnya Menjaga Bumi dalam Al-Qur'an

AKURAT.CO Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April sejatinya bukan sekadar seremoni tahunan atau kampanye sesaat tentang lingkungan.
Di balik itu, tersimpan seruan moral dan spiritual yang sangat kuat, khususnya bagi umat Islam yang menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup.
Dalam perspektif Al-Qur'an, menjaga bumi bukanlah pilihan, melainkan perintah ilahi yang melekat pada tugas kekhalifahan manusia.
Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa bumi ini diciptakan dengan keseimbangan yang sangat presisi. Ayat yang sering dikutip dalam konteks ekologi adalah dalam Surah Ar-Rahman:
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ
Artinya: "Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu." (QS. Al-Baqarah: 22)
Ayat ini menunjukkan bahwa bumi dan segala isinya adalah bentuk kasih sayang dan anugerah Allah kepada manusia. Namun, anugerah ini datang dengan tanggung jawab: menjaga dan tidak merusaknya.
Baca Juga: Spesial Hari Bumi 2025: Ini 3 Lagu Inspiratif tentang Alam dan Lingkungan
Kepedulian terhadap lingkungan dalam Islam tidak lepas dari konsep amanah dan khalifah. Allah berfirman dalam Surah Al-A’raf:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
Artinya: "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya." (QS. Al-A’raf: 56)
Ayat ini adalah peringatan keras bahwa segala bentuk kerusakan ekologis — polusi, deforestasi, perubahan iklim — bukan sekadar persoalan teknis, melainkan dosa moral dan spiritual. Mengabaikan bumi sama saja dengan menentang kehendak Allah yang telah menciptakannya dalam keadaan baik dan seimbang.
Dalam narasi penciptaan manusia, Allah menyebutkan bahwa manusia diangkat sebagai khalifah di bumi:
إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
Artinya: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (QS. Al-Baqarah: 30)
Khalifah bukan hanya pemimpin sosial atau politik, tetapi juga penjaga bumi. Gelar ini datang dengan mandat ilahi untuk merawat ciptaan-Nya, menjaga keberlangsungan hidup, dan memastikan keseimbangan alam tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Menariknya, dalam Surah Al-Mulk Allah juga menantang manusia untuk memperhatikan dan merenungi bumi:
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ
Artinya: "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezeki-Nya." (QS. Al-Mulk: 15)
Kata "dzalūlan" (mudah) menyiratkan bahwa bumi ini tunduk, bersahabat, dan bisa dikelola — tapi bukan untuk dieksploitasi semena-mena. Ada etika dalam berinteraksi dengan bumi, dan Islam sangat menekankan etika ini sebagai bagian dari iman.
Maka, peringatan Hari Bumi pada 22 April 2025 ini seharusnya menjadi momentum refleksi: sejauh mana kita sebagai umat manusia, dan khususnya umat Islam, telah memaknai dan mengamalkan perintah Allah untuk menjaga bumi? Apakah kita menjadi khalifah yang bijak, atau justru pewaris peradaban yang rakus dan abai?
Baca Juga: Carla Skin Clinic Gencarkan Kampanye Wajah Cantik Sambil Selamatkan Bumi
Menjaga bumi bukan sekadar soal daur ulang atau menanam pohon — itu penting, tapi lebih dari itu, ini adalah bentuk pengabdian spiritual. Menjaga bumi adalah ibadah. Ia bagian dari takwa.
Dan seperti disebutkan dalam Surah Al-A'raf, sesungguhnya bumi ini diwariskan kepada mereka yang bertakwa:
وَالْأَرْضَ نَرِثُهَا مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: "Dan Kami wariskan bumi itu kepada hamba-hamba Kami yang saleh." (QS. Al-A'raf: 128)
Maka, mari kita jadikan Hari Bumi ini bukan sekadar perayaan, tapi titik balik untuk menata ulang relasi kita dengan bumi — dengan kesadaran ekologis yang bersumber dari spiritualitas Al-Qur’an.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







