Naskah Khutbah Jumat: Memaknai Bulan Dzulqa’dah di Tengah Era Teknologi dan Digital

AKURAT.CO Dalam arus deras kemajuan zaman, umat Islam hidup di tengah gelombang teknologi dan digitalisasi yang terus berkembang tanpa jeda.
Di era ini, hampir semua aspek kehidupan terhubung dengan dunia maya—dari komunikasi, bisnis, pendidikan, hingga praktik keagamaan.
Namun, apakah kemajuan ini membawa kita lebih dekat kepada Allah atau malah menjauhkan kita dari nilai-nilai ruhani?
Dalam khutbah Jumat ini, khatib akan mengajak jamaah untuk merenungi bagaimana memaknai bulan Dzulqa’dah—bulan haram yang dimuliakan Allah—dengan kecerdasan spiritual di tengah era digital.
Khutbah Pertama
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Jadikan setiap detik kehidupan sebagai ruang ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada-Nya, terutama di bulan mulia ini—bulan Dzulqa’dah.
Jama’ah yang berbahagia,
Allah SWT berfirman dalam surah At-Taubah ayat 36:
"إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا..." (QS. At-Taubah: 36)
Baca Juga: Kemenag Terbitkan Edaran Khutbah Tema Inklusi dan Harmoni Alam Hari Persaudaraan
Dzulqa’dah adalah bulan ke-11 dalam kalender hijriah dan termasuk dalam empat bulan haram. Dalam bulan ini, larangan berbuat zalim dan dosa diperketat.
Bahkan para ulama menyebutnya sebagai musim menjaga diri—momentum untuk membentengi jiwa dan lisan dari kerusakan.
Kini, kita hidup di era teknologi yang luar biasa cepat. Ponsel pintar ada di tangan setiap orang. Internet menyambungkan manusia ke seluruh penjuru dunia. Namun, apakah kita menggunakan teknologi ini untuk kebaikan, atau malah memperbanyak lalai?
Bulan Dzulqa’dah di era digital menuntut kita untuk berhati-hati terhadap “dosa digital” seperti:
-
Menyebar kebencian dan hoaks di media sosial.
-
Mengonsumsi konten yang merusak akhlak dan iman.
-
Melalaikan ibadah karena candu gawai.
Sungguh ironis jika kita hidup di zaman yang penuh ilmu dan akses ke Al-Qur’an dan hadis, namun justru menjadi umat yang jauh dari nilai-nilai itu. Padahal Nabi SAW bersabda:
"مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ"
"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan menjadikannya faham dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ma’asyiral muslimin,
Mari jadikan bulan Dzulqa’dah ini sebagai waktu muhasabah—introspeksi spiritual atas perilaku kita di ruang nyata dan ruang maya. Gunakan teknologi sebagai sarana dakwah, media amal jariyah, dan pengingat akan akhirat. Jangan biarkan dunia digital membunuh kedalaman iman kita.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا.
Ma’asyiral muslimin,
Bulan Dzulqa’dah di tengah arus digitalisasi harus kita sambut dengan kebangkitan ruhaniyah—yakni menyelaraskan antara teknologi dan nilai ketuhanan. Kita tidak bisa menolak zaman, tetapi kita bisa mengendalikannya dengan akhlak.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Bulan Syawal: Menjadi Hamba yang Istiqamah Pasca Bulan Suci
Maka mari kita isi bulan ini dengan:
-
Muroja’ah (kaji ulang) Al-Qur’an melalui aplikasi dan media yang tersedia.
-
Mengikuti majelis ilmu digital, podcast keislaman, dan video ceramah yang bermanfaat.
-
Menyebarkan dakwah dan pesan kebaikan lewat media sosial.
-
Menghindari perdebatan sia-sia dan pertengkaran maya yang hanya menguras pahala.
Mari kita jadikan gawai sebagai teman menuju surga, bukan kendaraan menuju neraka.
Sebelum kita tutup khutbah ini, mari kita panjatkan doa:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ تِقْنِيَاتِنَا سَبَبًا لِلتَّقْوَى، وَلَا تَجْعَلْهَا وَسِيلَةً لِلْمَعَاصِي، وَبَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِ ذِي الْقَعْدَةِ، وَارْزُقْنَا فِيْهِ إِيمَانًا صَافِيًا، وَنَفْسًا زَكِيَّةً، وَقَلْبًا سَلِيْمًا، وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا.
اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَصْلِحْ شَبَابَنَا وَنِسَاءَنَا، وَارْزُقْهُمْ هِدَايَةً وَثَبَاتًا وَنُوْرًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










