Kapan Mulai Puasa Dzulhijjah 2025? Berikut Niatnya dalam Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia

AKURAT.CO Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah yang dipenuhi berbagai amalan istimewa. Selain ibadah haji dan Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk melaksanakan puasa sunah di awal bulan ini.
Pada tahun 2025, 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Idul Adha diperkirakan jatuh pada Jumat, 6 Juni. Dengan demikian, puasa sunah Dzulhijjah dimulai sembilan hari sebelumnya, yaitu pada Rabu, 28 Mei 2025.
Puasa sunah Dzulhijjah terbagi menjadi tiga jenis: puasa Dzulhijjah dari tanggal 1 hingga 7, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Masing-masing puasa ini memiliki keutamaan tersendiri dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Baca Juga: Jadwal Puasa Dzulhijjah 2025, Catat Tanggalnya!
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah bersabda bahwa tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibandingkan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Bahkan, jihad pun tidak sebanding dengan amal yang dilakukan pada hari-hari ini, kecuali orang yang berperang dengan seluruh jiwa dan hartanya tanpa kembali dengan apa pun.
Bagi umat Islam yang hendak melaksanakan puasa-puasa sunah tersebut, dianjurkan untuk membaca niat di malam hari. Namun, apabila lupa, masih diperbolehkan untuk berniat di pagi hari, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut adalah bacaan niat puasa sunah Dzulhijjah, baik untuk malam hari maupun siang hari, dalam bahasa Arab dan terjemahan bahasa Indonesia.
Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah di malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ
Niat puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) di malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ
Niat puasa Arafah (9 Dzulhijjah) di malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'âlâ
Jika lupa niat di malam hari, berikut niat puasa yang dibaca di siang hari:
Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta'âlâ
Baca Juga: 1 Dzulhijjah 2025 Kapan? Ini Puasa Sunah yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah
Niat puasa Tarwiyah di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta'âlâ
Niat puasa Arafah di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'âlâ
Memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa sunah di awal Dzulhijjah, adalah cara sederhana namun bermakna untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Momentum ini tidak hanya melatih pengendalian diri, tapi juga mengasah kepedulian sosial, terutama menjelang hari raya kurban. Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










