Akurat
Pemprov Sumsel

Selingkuh dengan Teman Sekantor, Ini Bahayanya Menurut Al-Qur’an dan Hadis Nabi

Fajar Rizky Ramadhan | 24 Juli 2025, 13:13 WIB
Selingkuh dengan Teman Sekantor, Ini Bahayanya Menurut Al-Qur’an dan Hadis Nabi

AKURAT.CO Di era profesional yang serba cepat dan dinamis, lingkungan kerja menjadi tempat paling potensial bagi interaksi intensif antara laki-laki dan perempuan.

Di sinilah sering kali lahir kedekatan emosional yang tak disadari menjurus pada relasi yang melanggar batas.

Banyak kisah perselingkuhan yang bermula dari rekan kerja satu tim, satu ruangan, bahkan satu proyek. Awalnya “nyaman ngobrol”, lalu “sering curhat”, hingga akhirnya saling terikat secara batin.

Padahal, dalam Islam, perselingkuhan — baik emosional maupun fisik — adalah dosa besar yang membahayakan moral, spiritual, dan sosial.

Mari kita telaah bahaya selingkuh dengan teman sekantor menurut Al-Qur’an dan hadis Nabi:

1. Selingkuh Adalah Bentuk Mendekati Zina yang Dilarang

Selingkuh secara fisik adalah zina, sedangkan selingkuh emosional adalah bentuk mendekati zina. Keduanya sama-sama diharamkan dalam Islam.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Larangan ini menggunakan kata “jangan mendekati”, bukan hanya “jangan melakukannya”. Ini menunjukkan bahwa semua aktivitas yang mengarah ke zina — seperti obrolan menggoda, saling tatap, pertemuan intensif berdua — juga masuk dalam kategori bahaya

2. Perselingkuhan Mengundang Kehancuran Rumah Tangga dan Sosial

Selingkuh bukan hanya soal perasaan pribadi. Ia berdampak luas: merusak keharmonisan rumah tangga, menciptakan luka batin pada pasangan, serta merusak kepercayaan anak-anak.

Bahkan di kantor, hubungan gelap seperti ini bisa menimbulkan fitnah, menciptakan ketidaknyamanan antar rekan kerja, hingga menjatuhkan reputasi instansi.

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga rumah tangga sebagai institusi sakral.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.” (QS. Ar-Rum: 21)

Selingkuh adalah bentuk penghancuran dari sakinah yang seharusnya dibangun dalam pernikahan.

Baca Juga: 5 Tips Menghindari Perselingkuhan dengan Teman Sekantor dalam Perspektif Islam

3. Berduaan dengan Lawan Jenis di Tempat Tertutup Dianggap Bahaya Besar

Lingkungan kantor memang terbuka, tapi banyak ruang-ruang semi pribadi yang bisa menjadi tempat khalwat (berduaan) tanpa keperluan. Bahkan dalam bentuk chat pribadi, video call, atau curhat larut malam, hal ini tetap dianggap khalwat yang dilarang.

ما خلا رجل بامرأة إلا كان الشيطان ثالثهما

“Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan, kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. Tirmidzi)

Setan masuk dari celah-celah kecil yang tampaknya “hal biasa”, tapi berujung pada kerusakan besar jika tak dijaga.

4. Selingkuh Mengundang Murka Allah dan Menghapus Keberkahan Amal

Seseorang yang berselingkuh dengan sadar berarti berani bermain-main dengan hukum Allah. Ini bukan sekadar pelanggaran sosial, tapi bentuk pengkhianatan spiritual. Nabi ﷺ menekankan bahwa siapa saja yang mengkhianati pasangannya, maka ia berada dalam kemarahan Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أيما امرأة سألت زوجها الطلاق من غير ما بأس فحرام عليها رائحة الجنة

“Siapa saja perempuan yang meminta cerai dari suaminya tanpa alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga.” (HR. Abu Dawud)

Ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman Allah terhadap perusak rumah tangga — baik laki-laki maupun perempuan. Dan yang menjadi pelakor atau pebinor (perebut suami/istri orang lain), turut menanggung dosa tersebut.

5. Selingkuh Membuka Aib dan Menjerumuskan pada Dosa Berulang

Banyak kasus perselingkuhan yang terbongkar dan menjadi aib seumur hidup. Reputasi hancur, karier berhenti, bahkan kehormatan keluarga ikut tercoreng. Dalam Islam, menutup aib adalah kebaikan. Tapi bila seseorang terus-menerus melakukan dosa dan membiarkannya jadi konsumsi publik, maka itulah yang disebut dosa terang-terangan.

كل أمتي معافى إلا المجاهرين

“Seluruh umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa.” (HR. Bukhari)

Media sosial, grup kantor, dan obrolan netizen hari ini bisa menyebarkan dosa dalam hitungan detik. Maka sebelum aib terbongkar, segeralah bertaubat dan memutuskan hubungan yang tak halal.

Baca Juga: Ramai di China Sister Hong Menyamar Jadi Wanita, Apa Hukum Laki-laki Nyamar Jadi Perempuan?

Selingkuh dengan teman sekantor bukan sekadar persoalan rasa. Ini adalah pelanggaran besar terhadap etika Islam, perintah Allah, dan hak pasangan.

Sekali kita membuka celah untuk godaan, maka setan akan masuk dan menjerumuskan jauh lebih dalam. Jika Anda merasa “ada benih rasa” pada rekan kerja, itu saatnya menegakkan pagar.

Hindari, jauhi, dan kembalilah pada keluarga serta Allah. Karena dalam Islam, menjaga kehormatan jauh lebih mulia daripada mengejar cinta semu yang berujung dosa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.