3 Contoh Rundown Acara Tirakatan 17 Agustus di Tingkat RT hingga Doa Bersama

AKURAT.CO Malam tirakatan pada tanggal 17 Agustus merupakan tradisi yang masih terjaga di berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini biasanya diadakan oleh masyarakat di tingkat RT atau RW sebagai bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang.
Tirakatan tidak hanya berisi doa bersama, tetapi juga diwarnai dengan berbagai kegiatan yang mempererat silaturahmi warga.
Agar acara berjalan tertib dan penuh makna, dibutuhkan rundown atau susunan acara yang jelas. Rundown membantu panitia mengatur alur kegiatan dari awal hingga akhir sehingga semua rangkaian acara dapat berjalan tepat waktu.
Baca Juga: Contoh Teks Doa Upacara HUT ke-80 RI Tahun 2025, Juga Bisa Sebelum Acara Lomba
Berikut tiga contoh rundown acara tirakatan 17 Agustus yang dapat digunakan di tingkat RT hingga penutup dengan doa bersama.
Contoh 1: Format Sederhana
-
Pembukaan oleh MC (19.30 – 19.35)
-
Menyanyikan lagu Indonesia Raya (19.35 – 19.40)
-
Sambutan Ketua RT (19.40 – 19.50)
-
Pembacaan sejarah singkat kemerdekaan (19.50 – 20.00)
-
Doa bersama (20.00 – 20.10)
-
Ramah tamah dan makan bersama (20.10 – 21.00)
-
Penutup (21.00)
Contoh 2: Format dengan Unsur Seni dan Budaya
-
Pembukaan oleh MC (19.30 – 19.35)
-
Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta (19.35 – 19.45)
-
Sambutan Ketua RT dan Tokoh Masyarakat (19.45 – 20.00)
-
Penampilan kesenian warga (puisi perjuangan atau musik akustik) (20.00 – 20.20)
-
Pembacaan doa bersama (20.20 – 20.30)
-
Pemutaran video dokumenter perjuangan kemerdekaan (20.30 – 20.50)
-
Ramah tamah, makan bersama, dan hiburan ringan (20.50 – 21.30)
-
Penutup (21.30)
Baca Juga: 7 Contoh Doa Malam Tirakatan 17 Agustus untuk Memperingati Kemerdekaan
Contoh 3: Format Lengkap dengan Lomba Ringan
-
Pembukaan oleh MC (18.30 – 18.35)
-
Menyanyikan lagu Indonesia Raya (18.35 – 18.40)
-
Sambutan Ketua RT dan Laporan Panitia (18.40 – 18.50)
-
Lomba ringan untuk anak-anak (misalnya balap karung atau tebak lagu perjuangan) (18.50 – 19.30)
-
Istirahat dan persiapan doa bersama (19.30 – 19.40)
-
Pembacaan doa bersama (19.40 – 19.50)
-
Ramah tamah dan makan malam bersama (19.50 – 20.30)
-
Penutup (20.30)
Tirakatan di tingkat RT biasanya berlangsung sederhana namun penuh makna. Selain memperkuat rasa nasionalisme, acara ini juga menjadi momen berkumpulnya warga, mempererat hubungan sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong.
Doa bersama menjadi puncak acara, mengingatkan semua peserta akan pentingnya menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan amal yang bermanfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







