Di Sidang PBB Prabowo Siap Ekspor Beras ke Palestina, Ini adalah Amanah Al-Qur’an

AKURAT.CO Dalam Sidang Umum PBB, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan komitmen Indonesia untuk tidak tinggal diam atas penderitaan rakyat Palestina.
Selain menolak genosida, ia juga menegaskan kesiapan Indonesia mengekspor beras sebagai bentuk nyata solidaritas kemanusiaan.
Sikap ini bukan sekadar diplomasi, melainkan selaras dengan amanah Al-Qur’an tentang kewajiban menolong sesama manusia yang tertindas.
Al-Qur’an menekankan pentingnya berbagi rezeki dan menolong saudara yang membutuhkan. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 267:
﴿ يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبْتُمْ ﴾
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.” (QS. Al-Baqarah: 267)
Ayat ini memberi pesan bahwa kekayaan bukan untuk ditimbun, tetapi untuk dibagikan terutama pada mereka yang kesulitan hidup. Ekspor beras ke Palestina, dalam perspektif Islam, adalah wujud nyata pengamalan ayat tersebut.
Lebih jauh, Al-Qur’an juga menegaskan pentingnya membela kaum lemah dari penindasan. Surah An-Nisa ayat 75 menyatakan:
﴿ وَمَا لَكُمْ لَا تُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَٱلنِّسَآءِ وَٱلْوِلْدَٰنِ ﴾
“Dan mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita, maupun anak-anak.” (QS. An-Nisa: 75)
Ayat ini menegaskan bahwa membela rakyat Palestina, termasuk melalui bantuan pangan, adalah bagian dari jihad kemanusiaan.
Prabowo dengan demikian tidak sekadar menawarkan diplomasi kosong, melainkan menjadikan pangan sebagai alat solidaritas global.
Baca Juga: PDIP Apresiasi Pidato Prabowo di PBB: Senapas dengan Perjuangan Bung Karno
Indonesia, dengan posisi sebagai negara agraris dan produsen beras, menjadikan pangan sebagai kekuatan diplomasi yang bernilai ibadah.
Dengan langkah ini, pesan Al-Qur’an tentang menafkahkan harta dan membela kaum tertindas menemukan relevansinya dalam praktik politik luar negeri Indonesia. Bukan hanya bicara, tetapi hadir membawa solusi nyata: beras sebagai simbol persaudaraan dan kepedulian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








