Akurat
Pemprov Sumsel

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025, Ini Ayat Al-Qur’an yang Senafas dengan 5 Sila Pancasila

Fajar Rizky Ramadhan | 1 Oktober 2025, 06:30 WIB
Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025, Ini Ayat Al-Qur’an yang Senafas dengan 5 Sila Pancasila

AKURAT.CO Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini bukan hanya sekadar momen historis, tetapi juga pengingat betapa pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keragaman.

Pancasila sebagai dasar negara mengandung nilai-nilai luhur yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, maupun budaya.

Dalam perspektif Islam, Pancasila tidaklah bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an. Bahkan, setiap sila di dalamnya memiliki ruh yang sejalan dengan nilai-nilai universal Islam.

Oleh karena itu, Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi momentum untuk meneguhkan kembali keyakinan bahwa agama dan kebangsaan dapat berjalan beriringan. Berikut ayat-ayat Al-Qur’an yang senafas dengan kelima sila Pancasila.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini menegaskan bahwa bangsa Indonesia dibangun atas dasar pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Al-Qur’an, penegasan tauhid ini sangat jelas, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ikhlas ayat 1: “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.” Ayat ini mengajarkan bahwa keesaan Tuhan adalah fondasi utama dalam kehidupan manusia, termasuk dalam membangun tatanan masyarakat.

Baca Juga: 24 Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 yang Islami dan Penuh Makna

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Islam menekankan pentingnya keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia. Hal ini ditegaskan dalam surah Al-Hujurat ayat 13: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” Ayat ini menunjukkan bahwa perbedaan adalah sunnatullah yang harus dijaga dengan adab, bukan dijadikan alasan untuk menindas.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Persatuan adalah ruh bangsa. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan umat-Nya agar selalu menjaga kesatuan, sebagaimana disebut dalam surah Ali Imran ayat 103: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” Ayat ini menekankan pentingnya ukhuwah, yang dalam konteks kebangsaan diterjemahkan sebagai persatuan Indonesia.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Prinsip musyawarah adalah ajaran penting dalam Islam. Al-Qur’an mengabadikan hal ini dalam surah Asy-Syura ayat 38: “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya, dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” Ayat ini sejalan dengan praktik demokrasi musyawarah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Islam mengajarkan pentingnya keadilan dalam seluruh aspek kehidupan. Dalam surah An-Nahl ayat 90, Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” Ayat ini menegaskan bahwa keadilan adalah pilar kehidupan, baik dalam lingkup individu, masyarakat, maupun bangsa.

Baca Juga: 15 Link Download Poster Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Gratis dan Beragam Desainnya!

Dengan demikian, jelas bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya bersifat filosofis dan kebangsaan, melainkan juga memiliki resonansi spiritual dengan ajaran Al-Qur’an.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 hendaknya menjadi momentum bagi setiap umat beragama, khususnya umat Islam, untuk semakin yakin bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman, dan menjaga Pancasila berarti menjaga nikmat persatuan yang Allah berikan kepada bangsa Indonesia.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.