Usai Pencopotan Chiki Fawzi dari Petugas Haji Viral, Kemenhaj Sebut Diklat Bagian dari Seleksi

AKURAT.CO Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi merupakan bagian dari proses seleksi, bukan sekadar pembekalan teknis. Penegasan ini disampaikan di tengah sorotan publik usai viralnya kabar pencopotan figur publik Chiki Fawzi dari petugas haji 2026.
Wakil Ketua Diklat PPIH Arab Saudi Kolonel (Purn) Muftiono menjelaskan, sejak hari pertama pelaksanaan diklat, seluruh peserta telah diinformasikan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan tidak otomatis menjamin penugasan sebagai petugas haji.
“Sejak hari pertama telah kami sampaikan bahwa diklat ini merupakan bagian dari proses seleksi. Mengikuti diklat tidak serta-merta menjadikan seseorang diangkat sebagai petugas haji,” ujar Muftiono di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Usai Viral Dicopot Jadi Petugas Haji 2026, Chiki Fawzi Diminta Balik Lagi Jadi Petugas
Muftiono menegaskan, Kemenhaj tidak memberikan perlakuan istimewa kepada siapa pun, termasuk peserta yang dikenal publik. Menurutnya, perlakuan khusus justru dapat merusak soliditas dan solidaritas tim petugas haji.
Diklat calon PPIH Arab Saudi digelar selama satu bulan di Asrama Haji Pondok Gede dan dikelola oleh tim profesional yang terdiri dari unsur Kementerian Haji dan Umrah, TNI, serta Polri. Seluruh rangkaian pelatihan menerapkan disiplin tinggi dengan standar ketat.
Dalam proses tersebut, tidak ada toleransi terhadap kelalaian maupun ketidakdisiplinan. Peserta diwajibkan mengikuti seluruh agenda pelatihan sejak hari pertama hingga hari terakhir tanpa pengecualian. Peserta yang tidak mampu mengikuti pelatihan secara lengkap dinyatakan gugur dari proses seleksi.
Hal serupa berlaku bagi peserta yang terbukti tidak jujur, termasuk dalam hal pemeriksaan kesehatan (medical check-up/MCU) maupun persyaratan administrasi lainnya.
“Kebijakan ini kami terapkan untuk memastikan bahwa petugas yang dilahirkan dari diklat ini memiliki kemampuan prima serta komitmen tinggi untuk melayani jemaah haji Indonesia, bukan petugas yang berniat ‘nebeng’ berhaji,” kata Muftiono.
Baca Juga: Dicopot dari Petugas Haji 2026, Chiki Fawzi Tak Peroleh Penjelasan Konkrit
Klarifikasi Kemenhaj ini muncul setelah sebelumnya Chiki Fawzi mengungkapkan bahwa dirinya dicopot dari petugas haji 2026 secara mendadak melalui arahan atasan, tanpa penjelasan rinci. Pernyataan tersebut memicu diskusi luas di ruang publik mengenai transparansi dan mekanisme seleksi petugas haji.
Kemenhaj menegaskan, seluruh proses seleksi PPIH dilakukan dengan prinsip objektivitas dan profesionalisme, demi memastikan petugas yang diberangkatkan benar-benar siap secara fisik, mental, dan integritas untuk melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









