10 Amalan Hari Raya Idul Fitri Mulai Subuh hingga Setelah Idul Fitri, Pahalanya Besar Tak Tertandingi!

AKURAT.CO Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Dalam berbagai riwayat dan penjelasan ulama, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan sejak malam hingga setelah pelaksanaan Salat Id.
Amalan-amalan ini memiliki keutamaan besar dan menjadi penyempurna ibadah Ramadan.
Berikut rangkaian amalan Idul Fitri mulai Subuh hingga setelah hari raya, lengkap dengan bacaan Arab dan artinya:
Mengumandangkan Takbir
Sejak malam Idul Fitri hingga pelaksanaan Salat Id, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Bacaan takbir yang masyhur:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
Mandi Sunnah Idul Fitri
Ulama menganjurkan mandi sebelum berangkat Salat Id sebagai bentuk persiapan lahiriah.
Niat mandi Idul Fitri:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat mandi untuk Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”
Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Rasulullah SAW menganjurkan memakai pakaian terbaik pada hari raya. Hal ini sebagai bentuk syiar kebahagiaan dan rasa syukur.
Makan Sebelum Salat Id
Disunnahkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat Salat Id, biasanya dengan kurma dalam jumlah ganjil.
Baca Juga: Bolehkah Melaksanakan Sholat Idul Fitri Dua Kali?
Doa sebelum makan:
اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari azab neraka.”
Berangkat ke Tempat Salat dan Bertakbir
Dalam perjalanan menuju tempat Salat Id, umat Islam dianjurkan tetap mengumandangkan takbir dengan suara yang jelas (bagi laki-laki).
Melaksanakan Salat Idul Fitri
Niat Salat Id bagi makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Mendengarkan Khutbah
Setelah salat, dianjurkan tetap duduk dan menyimak khutbah sebagai bagian dari rangkaian ibadah hari raya.
Saling Mendoakan dan Bersilaturahmi
Umat Islam dianjurkan saling mendoakan. Ucapan yang diriwayatkan dari para sahabat:
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Artinya:
“Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kalian.”
Menunaikan Zakat Fitrah (Jika Belum)
Zakat fitrah wajib ditunaikan sebelum Salat Id. Jika belum, tetap harus ditunaikan sebagai kewajiban, meski statusnya bukan lagi zakat fitrah tepat waktu.
Puasa Syawal
Setelah Idul Fitri, dianjurkan melanjutkan ibadah dengan puasa enam hari di bulan Syawal.
Baca Juga: Israel Larang Umat Islam Salat Idul Fitri di Masjid Al Aqsa
Niat puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat puasa esok hari dari enam hari Syawal sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”
Rangkaian amalan tersebut menjadi bagian dari syiar dan kesempurnaan ibadah Ramadan. Para ulama menjelaskan bahwa menjaga semangat ibadah setelah Ramadan merupakan tanda diterimanya amal seseorang.
Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum memperkuat ketakwaan, mempererat ukhuwah, dan melanjutkan kebaikan di bulan-bulan berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





