Lokasi Muktamar NU 2026 Akan Diputuskan dalam Munas-Konbes di Ponpes Al-Falah Ploso

AKURAT.CO Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, akan menjadi forum penentuan lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU, KH Ahmad Said Asrori, mengatakan keputusan mengenai waktu dan tempat penyelenggaraan Muktamar akan dibahas dan ditetapkan dalam forum tersebut.
“Insya Allah di Munas-Konbes ini waktu dan tempat pelaksanaan Muktamar akan diputuskan,” kata KH Ahmad Said Asrori di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Sabtu (20/6/2026).
Baca Juga: Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Dipilih Jadi Lokasi Munas-Konbes NU 2026, Ini Alasannya
Menurutnya, Muktamar merupakan forum tertinggi organisasi yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan Nahdlatul Ulama, termasuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode berikutnya.
KH Ahmad Said menjelaskan pemilihan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso sebagai lokasi Munas dan Konbes didasarkan pada hubungan historis yang kuat antara NU dan pesantren.
“NU lahir dari pesantren. NU dan pesantren merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi,” ujarnya.
Ia juga mengutip pandangan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menyebut pesantren sebagai “NU kecil”, sementara NU merupakan “pesantren besar”.
Karena itu, lanjutnya, penyelenggaraan Munas dan Konbes di lingkungan pesantren dinilai menjadi simbol penguatan kembali akar tradisi keilmuan dan keulamaan yang menjadi fondasi organisasi.
“Ponpes Ploso memiliki sejarah panjang dan telah melahirkan alumni yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, agenda penutupan Munas-Konbes NU 2026 akan digelar di Bangkalan, Madura. Pemilihan lokasi tersebut juga didasarkan pada pertimbangan historis yang berkaitan dengan proses lahirnya Nahdlatul Ulama.
Menurut KH Ahmad Said, Bangkalan memiliki keterkaitan erat dengan perjuangan Syaikhona Kholil Bangkalan yang dikenal sebagai guru para pendiri NU dan tokoh penting dalam sejarah berdirinya organisasi tersebut.
Baca Juga: Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Tolak Perubahan AHWA dan Dorong Muktamar Digelar di Pesantren
“Kenapa di Bangkalan? Karena ada faktor sejarah. Ini untuk mengingatkan kembali generasi muda agar tidak terputus dari mata rantai sejarah NU,” ujarnya.
Munas dan Konbes NU 2026 menjadi forum strategis yang membahas berbagai agenda organisasi menjelang Muktamar ke-35 NU, termasuk isu keagamaan, organisasi, program kerja, serta berbagai rekomendasi strategis bagi perjalanan organisasi ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 5Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 6Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Turki vs Paraguay: Saatnya Crescent-Stars Bangkit atau La Albirroja Ciptakan Kejutan?
- 8Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 9Pramono Anung Resmikan Koridor Rasuna Said, 109 Tiang Monorel Mangkrak Resmi Disingkirkan
- 10Halte Setiabudi Integritas Jadi Media Perkenalan Nilai-nilai Positif kepada Masyarakat



