Akurat Logo

Pramono Anung Resmikan Koridor Rasuna Said, 109 Tiang Monorel Mangkrak Resmi Disingkirkan

Okto Rizki Alpino | 21 Juni 2026, 08:47 WIB
Pramono Anung Resmikan Koridor Rasuna Said, 109 Tiang Monorel Mangkrak Resmi Disingkirkan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan hasil revitalisasi Jalan HR Rasuna Said di Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026). Foto: Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan hasil revitalisasi Jalan HR Rasuna Said di Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026).

Proyek penataan sepanjang 3,8 kilometer itu menandai berakhirnya keberadaan 109 tiang pancang monorel. Proyek mangkrak yang selama puluhan tahun menjadi pemandangan publik di salah satu koridor utama ibu kota.

Pramono mengatakan, revitalisasi tidak hanya mencakup pembongkaran tiang monorel tetapi juga perbaikan trotoar dan penataan kawasan yang akan dilanjutkan dengan penanganan sungai.

"Secara resmi meresmikan Jalan HR Rasuna Said yang telah selesai direnovasi dengan panjang 3,8 kilometer. Termasuk pemotongan 109 tiang yang sebelumnya berdiri di sepanjang jalan," ujarnya.

"Hari ini kita resmikan dan operasikan. Termasuk perbaikan trotoar serta penataan yang nantinya akan dilanjutkan oleh Dinas Sumber Daya Air pada bagian sungainya," sambung Pramono.

Baca Juga: Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Tahun 2026, Ungguli Washington DC dan Abu Dhabi

Menurut dia, penataan koridor Rasuna Said belum berhenti pada revitalisasi jalan dan trotoar.

Pemprov Jakarta juga menyiapkan pembangunan jembatan kecil yang diharapkan menjadi ruang publik baru sekaligus ikon kawasan.

"Kita juga akan membuat semacam jembatan kecil. Saya membayangkan suatu hari nanti kawasan ini sudah rapi seperti di Paris, orang-orang datang sambil memasang gembok sebagai tanda cinta. Karena ini dekat dengan KPK, maka menjadi simbol cinta dan integritas kita semua untuk Kota Jakarta," jelasnya.

Pramono mengungkapkan, penyelesaian proyek tersebut memiliki nilai historis karena berkaitan dengan pembangunan monorel yang dimulai pada masa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.

Dalam hal ini, Pramono secara khusus mengundang Sutiyoso dalam peresmian tersebut.

Baca Juga: Nama Halte Setiabudi Integritas Jadi Media Perkenalan Nilai-nilai Positif kepada Masyarakat

"Ketika proyek ini dibangun, terus terang saya mendapatkan inspirasi dan amanat dari Bang Yos. Itulah mengapa secara khusus saya mengundang beliau," katanya.

Menurut Pramono, mangkraknya proyek monorel bukan disebabkan kebijakan pemerintah daerah saat itu, melainkan akibat perubahan kebijakan transportasi nasional yang beralih dari rencana pembangunan monorel menjadi Light Rail Transit (LRT).

"Pemancangan proyek ini memang dilakukan pada era beliau, tetapi karena perubahan kebijakan pemerintah pusat dari rencana monorel menjadi LRT, maka proyek ini tidak dapat dilanjutkan saat itu. Jadi, seribu persen bukan salah beliau," jelasnya.

Penyelesaian persoalan tiang monorel mangkrak menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saat ini. Karena itu, sejak awal menjabat gubernur, Pramono berkomitmen menuntaskan proyek yang telah lama menjadi sorotan publik tersebut.

"Kebetulan saya menjadi gubernur dan saya mengatakan kepada Bang Yos 'bismillah, akan saya selesaikan.' Alhamdulillah, hari ini proyek tersebut selesai," kata Pramono.

Baca Juga: Makmur Gandeng IIM dan U-Inspire Edukasi Siswa Jakarta Jadi ‘Detektif Cuaca’

Pramono juga menyebut koridor Rasuna Said selama ini menjadi perhatian para diplomat asing karena merupakan lokasi sejumlah kantor kedutaan besar negara sahabat. Karena itu, penataan kawasan dinilai penting untuk memperkuat citra Jakarta sebagai kota global.

"Setiap saya bertemu duta besar maupun diplomat, yang pertama kali dibicarakan selalu Rasuna Said. Mereka memberikan apresiasi yang luar biasa karena di sepanjang jalan ini terdapat kantor-kantor kedutaan besar, sehingga kawasan ini akan menjadi wajah baru Jakarta," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang menyelesaikan proyek revitalisasi tersebut. Dia mengaku terus memantau perkembangan pekerjaan hingga akhirnya rampung dan dapat dioperasikan untuk masyarakat.

"Sekali lagi saya menyampaikan apresiasi atas dedikasi luar biasa Dinas Bina Marga. Mungkin ini proyek yang paling sering saya kontrol. Setiap rapat saya selalu bertanya perkembangannya. Alhamdulillah hari ini semuanya selesai," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.