Halte Setiabudi Integritas Jadi Media Perkenalan Nilai-nilai Positif kepada Masyarakat

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan perubahan nama Halte Transjakarta Setiabudi menjadi Halte Setiabudi Integritas di ruas Jalan HR Rasuna Said, Minggu (21/6/2026).
Penamaan baru ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai integritas dan pendidikan antikorupsi di ruang publik, melalui kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, selain Halte Setiabudi Integritas, Jakarta juga akan memiliki halte lain dengan konsep penamaan serupa.
Seluruh pembiayaan perubahan nama halte tidak menggunakan APBD, melainkan berasal dari skema naming rights dan pendapatan iklan.
"Kita juga akan memiliki halte yang bernama Setiabudi Integritas 1, serta halte-halte lain yang tadi telah disampaikan oleh direktur utama Transjakarta. Pembiayaannya sepenuhnya berasal dari skema naming rights dan iklan yang ada," jelasnya.
Baca Juga: Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Tahun 2026, Ungguli Washington DC dan Abu Dhabi
Menurut Pramono, kebijakan penamaan halte melalui kerja sama dengan berbagai pihak merupakan salah satu strategi pembangunan kota yang mengedepankan kolaborasi tanpa membebani keuangan daerah.
"Inilah cara Jakarta membangun kotanya. Tidak semata-mata bergantung pada APBD tetapi memberikan kesempatan melalui skema naming rights sebagai bentuk kolaborasi pembangunan," katanya.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta atas perubahan nama halte tersebut.
Dia mengungkapkan gagasan penamaan halte integritas muncul dari pengalamannya sebagai pengguna transportasi umum yang rutin memanfaatkan layanan kereta api, MRT, KRL, hingga Transjakarta.
"Saya juga mengucapkan terima kasih atas perubahan nama halte menjadi halte integritas. Kebetulan saya ini pengguna transportasi umum. Saya sering naik kereta, MRT, KRL, maupun bus Transjakarta," ujarnya.
Baca Juga: 10 Madrasah Aliyah Terbaik di DKI Jakarta 2026, Prestasinya Tak Kalah dari SMA Unggulan
Setyo menjelaskan, ide tersebut muncul saat melakukan perjalanan menggunakan Transjakarta dari Ragunan menuju Kawasan Setiabudi.
Menurut dia, halte di lokasi strategis itu dapat menjadi media untuk memperkenalkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
"Suatu saat dalam perjalanan dari Ragunan ke kawasan ini, muncul sebuah ide. Mengapa Halte Setiabudi tidak diberikan nama yang dapat menunjukkan identitas serta nilai yang baik bagi provinsi maupun KPK," tuturnya.
Setyo kemudian menugaskan jajaran Kedeputian Pendidikan Masyarakat KPK untuk berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Respons positif dari gubernur Jakarta membuat proses penamaan berjalan cepat hingga akhirnya terwujud Halte Setiabudi Integritas.
"Saya menugaskan Kedeputian Pendidikan Masyarakat untuk melakukan koordinasi, dan ternyata responsnya sangat positif dari pak gubernur. Bahkan, setiap saat perkembangannya ditanyakan hingga akhirnya lahirlah nama Halte Integritas 1," jelasnya.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Raih WTP 9 Kali Berturut-turut, Komisi C DPRD Ingatkan Temuan BPK Harus Diselesaikan
Setyo menegaskan bahwa penamaan halte tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk lokasi tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kesadaran publik melalui memori kolektif masyarakat.
"Saya yakin ini bukan sekadar nama halte dan bukan sekadar tempat naik turun penumpang. Harapan saya, penamaan yang menunjukkan identitas tersebut dapat menjadi memori kolektif sehingga orang akan selalu mengingat, menjaga, dan melakukan hal-hal positif sesuai dengan makna namanya," terangnya.
Setyo menilai sebuah nama memiliki kekuatan untuk membentuk pesan dan nilai yang terus diingat oleh masyarakat.
Karena itu, penamaan halte integritas diharapkan mampu menjadi pengingat akan pentingnya kejujuran, akuntabilitas, dan budaya antikorupsi di ruang publik.
"Mudah-mudahan satu nama yang sangat positif ini dapat membawa dampak yang luar biasa bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masyarakat Jakarta, dan kita semua," pungkasnya.
Baca Juga: Kejar Target Jakarta Masuk 20 Kota Global Dunia di 2045, Pramono Percepat Transformasi Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







