Akurat Logo

Jelang Muktamar NU 2026, Nama Nasaruddin Umar Mulai Didorong Maju sebagai Ketua Umum PBNU

Lufaefi | 30 Juni 2026, 07:10 WIB
Jelang Muktamar NU 2026, Nama Nasaruddin Umar Mulai Didorong Maju sebagai Ketua Umum PBNU
Prof KH Nasaruddin Umar (Akurat.co)

AKURAT.CO Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, nama Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, mulai masuk dalam bursa figur yang didorong untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.

Dukungan tersebut disebut datang dari sejumlah tokoh dan kader NU, terutama dari kawasan Indonesia Timur. Mereka menilai Nasaruddin Umar memiliki kombinasi pengalaman keulamaan, akademik, dan organisasi yang relevan untuk memimpin organisasi.

Dalam materi sosialisasi yang beredar di kalangan warga NU, Nasaruddin Umar disebut memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Nahdlatul Ulama, mulai dari aktivitas kemahasiswaan hingga keterlibatan dalam struktur organisasi NU.

Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, KH Imam Jazuli dan Cak Imin Bahas Masa Depan PBNU dan Relasi NU–PKB

Pendukungnya juga menilai pengalaman sebagai pengasuh pesantren, akademisi, serta keterlibatan dalam ruang dialog keagamaan nasional dan internasional menjadi modal yang dapat memperkuat peran NU di tingkat global.

Selain itu, muncul aspirasi agar kepemimpinan PBNU periode mendatang semakin mampu mengakomodasi dinamika dan kebutuhan warga Nahdliyin di luar Pulau Jawa, termasuk memperkuat pemerataan peran organisasi di berbagai daerah.

Dalam materi dukungan yang beredar, juga disampaikan harapan agar NU dipimpin figur yang memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, serta kemampuan menjaga kemandirian organisasi.

“NU membutuhkan energi baru, kepemimpinan yang merakyat, serta arah organisasi yang lebih visioner agar mampu menjawab tantangan masa depan,” demikian salah satu pesan yang tercantum dalam materi dukungan tersebut.

Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Salam Nyatakan Siap Maju dan Usung Agenda Rekonsiliasi PBNU

Meski demikian, penentuan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 tetap akan diputuskan melalui mekanisme organisasi dalam Muktamar NU sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.

Muktamar NU 2026 diperkirakan menjadi forum penting yang akan menentukan arah organisasi lima tahun ke depan, termasuk strategi penguatan peran NU di bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan kebangsaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi