Akurat Logo

Ponpes Kempek Cirebon Berpeluang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Lufaefi | 5 Juli 2026, 08:28 WIB
Ponpes Kempek Cirebon Berpeluang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Ponpes Kempek Berpeluang Jadi Lokasi Muktamar NU ke 35 (@Khas Kempek)

AKURAT.CO Pondok Pesantren Kempek di Kabupaten Cirebon berpeluang menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Peluang tersebut menguat setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) melakukan survei langsung ke sejumlah pondok pesantren di Cirebon, Sabtu (4/7/2026).

Selain Pondok Pesantren Kempek, tim PBNU juga meninjau Pondok Buntet Pesantren dan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin sebagai bagian dari proses penilaian kelayakan lokasi penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.

Survei tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, akses transportasi, akomodasi, hingga dukungan infrastruktur yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Muktamar yang diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Baca Juga: 32 PWNU Dukung Jakarta Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Katib Syuriyah PBNU, KH Abu Yazid Al-Busthami, mengatakan tim melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap seluruh aspek yang menjadi syarat penyelenggaraan Muktamar.

"Kami melakukan survei untuk memastikan kesiapan lokasi dari berbagai sisi, baik transportasi, akomodasi maupun akses pendukung lainnya. Karena kegiatan ini akan menghadirkan ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah," ujar KH Abu Yazid saat melakukan survei di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, Muktamar ke-35 NU diproyeksikan dihadiri sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta resmi. Di luar peserta, ribuan warga Nahdliyin dari berbagai daerah juga diperkirakan akan hadir untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang menjadi agenda lima tahunan organisasi tersebut.

Karena itu, lokasi penyelenggaraan harus memiliki kapasitas memadai, akses yang mudah dijangkau, serta fasilitas pendukung yang mampu mengakomodasi kebutuhan peserta dan tamu.

Meski demikian, KH Abu Yazid menegaskan bahwa kunjungan lapangan tersebut belum menentukan lokasi final penyelenggaraan Muktamar. Hasil survei akan disampaikan kepada panitia pusat sebagai bahan evaluasi sebelum diputuskan dalam rapat PBNU.

"Kami tidak menentukan satu lokasi. Di Kabupaten Cirebon ada tiga pesantren yang kami survei. Tugas tim adalah menyampaikan hasil temuan di lapangan secara objektif untuk menjadi bahan pertimbangan panitia pusat," katanya.

Kabupaten Cirebon dinilai memiliki modal kuat sebagai kandidat tuan rumah karena memiliki sejumlah pondok pesantren besar yang telah berpengalaman menyelenggarakan kegiatan berskala nasional. Kehadiran Pondok Pesantren Kempek, Buntet Pesantren, dan Babakan Ciwaringin menjadi daya dukung tersendiri bagi Cirebon dalam bersaing dengan daerah lain.

Sebelumnya, PBNU telah menetapkan lima provinsi sebagai kandidat lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Di Jawa Barat, Kabupaten Cirebon menjadi salah satu wilayah yang memperoleh perhatian khusus karena memiliki beberapa pesantren dengan kapasitas besar.

Baca Juga: Lima Provinsi Bersaing Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Lokasi Final Dibahas Pekan Depan

Keputusan akhir mengenai lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan akan ditetapkan oleh PBNU setelah seluruh hasil survei dari berbagai daerah selesai dibahas dalam rapat harian Syuriyah dan Tanfidziyah.

Hingga saat ini, Pondok Pesantren Kempek tetap menjadi salah satu kandidat yang berpeluang menjadi tuan rumah bersama sejumlah pesantren lain yang sedang menjalani proses penilaian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi