Akurat Logo

Gus Yahya Balas Kritik Cak Imin: Belum Pernah Jadi Pengurus, Jadi Kurang Memahami Dinamika NU

Lufaefi | 15 Juli 2026, 10:17 WIB
Gus Yahya Balas Kritik Cak Imin: Belum Pernah Jadi Pengurus, Jadi Kurang Memahami Dinamika NU
Gus Yahya Sebut Cak Imin Tak Paham NU (NU Online)

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf merespons kritik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menilai PBNU membutuhkan kepemimpinan baru karena dinilai belum menunjukkan perubahan berarti selama lima tahun terakhir.

Menurut Gus Yahya, pandangan tersebut merupakan hak setiap orang. Namun, ia menilai Cak Imin belum memahami dinamika internal Nahdlatul Ulama karena tidak pernah menjadi bagian dari struktur kepengurusan organisasi di berbagai tingkatan.

"Silakan saja kalau Pak Muhaimin berpendapat begitu. Tapi saya kira beliau mungkin kurang mengerti tentang NU karena seumur hidup belum pernah menjadi pengurus NU di semua tingkatan, bahkan pengurus ranting sekalipun," kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/7).

Baca Juga: Ada yang Ngaku Direstui Prabowo untuk Maju Jadi Ketum PBNU, Gus Yahya Sebut Bohong

Ia menjelaskan, seseorang yang tidak terlibat langsung dalam kepengurusan tentu sulit mengetahui perubahan maupun perkembangan yang terjadi di lingkungan organisasi.

Karena itu, Gus Yahya mengajak publik melihat langsung penilaian dari jajaran pengurus dan warga NU di berbagai daerah. Menurutnya, kepengurusan PBNU saat ini telah menghasilkan sejumlah kemajuan mendasar yang dirasakan hingga tingkat akar rumput.

"Kalau dicek kepada jajaran NU sampai ke bawah, saya kira tidak ada yang bisa menolak adanya kemajuan-kemajuan fundamental yang berhasil dicapai selama periode kepengurusan ini," ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas kritik Cak Imin yang sebelumnya menyebut PBNU memerlukan pemimpin baru dengan gagasan yang lebih segar menjelang Muktamar ke-35 NU.

Saat ditemui di Jakarta pada Minggu (12/7), Cak Imin mengatakan organisasi membutuhkan regenerasi kepemimpinan karena menurutnya belum terlihat perubahan signifikan selama masa kepemimpinan Gus Yahya.

"Ya pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh," ujar Cak Imin.

Baca Juga: Lima Tahun NU Dipimpin Gus Yahya, Cak Imin: Tak Ada Perubahan

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tertinggi organisasi tersebut akan memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat berikutnya.

Sejumlah nama mulai disebut-sebut menjelang pelaksanaan muktamar, termasuk petahana KH Yahya Cholil Staquf yang telah menyatakan kesiapannya kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU untuk periode selanjutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi