Akurat Logo

Jelang Muktamar NU, Kiai Jombang Ingatkan Bahaya Politik Uang

Lufaefi | 28 Juli 2026, 06:13 WIB
Jelang Muktamar NU, Kiai Jombang Ingatkan Bahaya Politik Uang
Logo Nahdlatul Ulama (Instagram @nuonline)

AKURAT.CO Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, dinamika pencalonan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat. Kiai asal Jombang, KH Mustain Hasan, mengingatkan agar proses pemilihan tidak dicederai praktik politik uang.

Menurut Mustain, pemimpin PBNU harus memiliki kapasitas organisasi sekaligus komitmen kuat untuk berkhidmat kepada NU. Ia menilai sosok yang terpilih juga harus mampu menjaga nilai dan cita-cita yang diwariskan para pendiri NU.

"Yang paling penting adalah menjiwai semangat para pendiri NU, mengabdi dengan tulus, bukan berlomba mengejar jabatan," ujar Mustain saat ditemui di Jombang, Senin (27/7/2026).

Ia menegaskan, politik uang menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU. Menurutnya, Muktamar NU tidak seharusnya berubah menjadi arena perebutan kekuasaan sebagaimana kontestasi politik praktis.

Baca Juga: NU Indonesia Timur Konsolidasi Dukung Marsudi Syuhud sebagai Caketum PBNU

Mustain kemudian mengingatkan kembali sikap sejumlah tokoh NU pada masa awal organisasi. Ia menyebut saudagar Hasan Gipo yang pernah enggan menerima amanah sebagai pemimpin karena merasa khawatir tidak mampu menjalankan tanggung jawab tersebut. Sikap serupa, kata dia, juga pernah ditunjukkan KH Mahfudz Siddiq.

"Jangan sampai terjadi rebutan jabatan, apalagi sampai ada money politics seperti pilkades atau pilpres. Itu bukan adab warga NU," tegasnya.

Mustain berharap Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung dengan mengedepankan nilai pengabdian, integritas, dan semangat khidmah, bukan kepentingan pribadi maupun perebutan kekuasaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi