BSI dan PBNU Perkuat Sinergi untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

AKURAT.CO PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat sinergi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi umat dan pengembangan ekosistem keuangan syariah.
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy kepada Ketua Umum PBNU terpilih masa khidmat 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, di Kantor PBNU, Jakarta.
Kunjungan tersebut menjadi kunjungan kehormatan pertama dari sebuah institusi kepada Gus Kikin pada hari pertama dirinya mulai berkantor sebagai Ketua Umum PBNU.
Baca Juga: Gus Kikin Tegaskan PBNU Dukung Pemerintah dengan Fokus Bangun Manusia
Anggoro mengatakan BSI merasa mendapat kehormatan dapat diterima Gus Kikin pada momentum tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang telah berlangsung.
"Alhamdulillah, BSI mendapatkan kehormatan menjadi institusi pertama yang diterima oleh KH Abdul Hakim Mahfudz di hari pertama beliau berkantor di PBNU. Kami mengucapkan selamat dan mengapresiasi NU atas terselenggaranya Muktamar ke-35 dengan sukses. Kami berharap sinergi yang sudah terjalin sangat baik selama ini dapat semakin erat dan membawa keberkahan untuk umat serta bangsa," ujar Anggoro.
Menurut BSI, NU memiliki posisi strategis sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia. Karena itu, kerja sama kedua pihak diarahkan untuk memperkuat kelembagaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan ekosistem pesantren.
Salah satu perhatian utama BSI adalah memperluas layanan keuangan syariah di lingkungan pesantren. Saat ini, BSI disebut telah dipercaya mengelola layanan keuangan di lebih dari 14.000 pesantren di berbagai daerah di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sekitar 23,9 persen pesantren berada di Jawa Timur, salah satu wilayah dengan konsentrasi pesantren terbesar di Indonesia.
BSI menargetkan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi yang semakin kuat.
Untuk mendukung tujuan tersebut, BSI menyediakan sejumlah layanan yang dapat digunakan dalam pengelolaan keuangan pesantren. Di antaranya fasilitas cash management untuk membantu administrasi lembaga, BSI Agen untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat lokal, serta aplikasi BYOND by BSI sebagai layanan perbankan digital.
Baca Juga: Daftar Pengurus PBNU 2026-2031 Beredar, Gus Fahrur Tegaskan Hoaks
"Melalui penguatan layanan perbankan digital ini, BSI ingin memastikan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu bertransformasi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional," kata Anggoro.
Sinergi BSI dan PBNU tersebut diharapkan tidak berhenti pada penguatan layanan perbankan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang mampu memperluas akses ekonomi masyarakat dan memperkuat peran pesantren sebagai salah satu penggerak ekonomi umat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









