Bareskrim Amankan Satu Tersangka Baru dalam Kasus Scam Online Internasional

AKURAT.CO Bareskrim Polri mengamankan satu tersangka baru berinisial L (27), dalam kasus dugaan scam online internasional yang menyebabkan kerugian Rp 1,5 triliun. Tersangka diamankan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
"Tersangka tersebut berinisial L warga negara indonesia, perempuan, berasal dari Sukabumi, Jawa Barat," kata Kasubdit II Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Alfis Suhaili di kantornya, Jumat (19/7/2024).
Pengamanan L berawal pada Rabu (17/7/2024) dini hari, saat tersangka melintas dari Dubai menuju Jakarta. Kemudian, Dirtipidsiber Bareskrim Polri mengecek bandara terminal 3 Soekarno-Hatta.
"Dan ternyata memang benar bahwa tersangka yang sudah kita publish di red notice pada tanggal 23 November 2023 betul adalah salah satu tersangka yang kita cari," tukasnya.
Baca Juga: Polri Bongkar Kasus Scam Online Jaringan Internasional, Modus Lowongan Kerja Paruh Waktu
Dalam jaringan kelompok scam internasional, tersangka berperan sebagai operator dan telah bekerja di Dubai sejak Mei-Agustus 2023. Dari sana, tersangka mendapat gaji sebesar 3.500 dirham.
Awalnya, L datang ke Dubai tidak melalui proses rekrutmen tetapi datang sendiri karena ada saudaranya sendiri di Dubai. Sesampai di sana, tersangka direkrut dan kemudian dilatih menjadi operator.
"Melakukan social engineering, melakukan blasting, mengelola platform media sosial, melakukan komunikasi dengan korban dan calon-calon korban. Dan disebutkan juga dalam keterangan yang disampaikan bahwa tersangka L ini menjadi operator, dia mendapatkan bonus jika mencapai target tertentu," tukasnya.
Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 45a ayat 1 juncto Pasal 28 ayat 1 UU ITE juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan/atau Pasal 51 ayat 2 juncto Pasal 36 UU ITE juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman tertinggi 6 tahun.
Sebelumnya, Dirtipidsiber Bareskrim Polri, membongkar kasus scam online jaringan internasional, dengan modus lowongan pekerjaan paruh waktu yang beraksi di empat negara.
"Modus lowongan pekerjaan paruh waktu yang ditawarkan melalui beberapa platfrom media online seperti Telegram dan WhatsApp yang berisikan link login website," kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (16/7/2024).
Empat negara yang dijadikan lokasi kasus scam online diantaranya Indonesia, Thailand, India dan China. Selain itu, pihaknya juga telah menetapkan tiga tersangka berinisial ZS yang merupakan WNA, H dan M.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








