Diperiksa KPK dalam Kapasitas Sekretaris Tim Pemenangan Jokowi-Maruf, Ini Penjelasan Hasto Kristiyanto

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, meninggalkan kegiatan seminar bidang pertanian dan pangan di kantor pusat partai, demi memenuhi panggilan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).
Hasto mengaku memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan korupsi di Ditjen Perekeretaapian Kementerian Perhubungan.
Kapasitas Hasto sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin di Pemilu 2019.
Hasto menyebut bahwa pemanggilan terhadap dirinya seharusnya dijadwalkan pada Jumat (16/8/2024) besok.
Namun, dia meminta untuk pemeriksaan sebagai saksi dilakukan pada hari ini dengan alasan ada acara penting pada esok hari.
Acara yang terpaksa ditinggalkan Hasto hari ini adalah Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Rapat Koordinasi Bidang Nasional Pangan dan Pertanian di Kantor DPP PDIP, Jakarta.
Baca Juga: Larangan Pakai Hijab bagi Paskibraka Bentuk Kemunduran, Seperti Masa Orde Baru
"Sebagai warga negara yang punya tanggung jawab untuk ikut menegakkan hukum, maka ketika diundang (KPK) sebagai saksi saya akan hadir," kata Hasto.
Hasto pun menjelaskan bahwa pemeriksaan dirinya terkait dugaan korupsi pada proyek di DJKA Kemenhub.
Sebelum dirinya dipanggil, KPK sudah lebih dulu menghadirkan Yoseph Aryo Adhi Darmo, yang ketika 2019 menjabat Kepala Sekretariat Tim Pemenangan Jokowi-Maruf.
Berdasarkan informasi dari Yoseph Aryo Adhi Darmo, pemeriksaan terkait dengan langkah tim pemenangan saat itu membuat suatu rumah aspirasi.
Di mana, salah satu pihak yang ikut bergotong royong untuk membuat rumah aspirasi pemenangan Jokowi-KH Maruf Amin turut dijadikan tersangka oleh KPK dalam kasus tersebut.
Sedangkan, Hasto kapasitasnya saat itu sebagai Sekretaris TKN Pemenangan Jokowi-KH Maruf Amin. Dengan ketuanya adalah Erick Thohir.
Baca Juga: 15 Doa Ucapan 17 Agustus, Penuh Makna dan Islami
"Dan salah satu yang bergotong royong untuk rumah aspirasi itu di belakang hari ternyata menjadi tersangka. Nah, detailnya nanti kami akan tindaklanjuti setelah dilakukan pemberian keterangan di KPK," jelas Hasto.
Hasto mengaku aslinya dipanggil KPK untuk hadir pada Jumat (16/8/2024).
Namun ia tak bisa hadir karena sudah ada jadwal kegiatan lebih penting lainnya.
Hasto juga mengaku bahwa dirinya tidak mempersiapkan dokumen-dokumen dalam pemeriksaan kali ini.
"Siap. Ya saya enggak menyiapkan dokumen apa-apa. Dokumen keyakinan terhadap kebenaran dalam hukum. Itu yang saya bawa," tegasnya.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Buka Posko Penanganan Dokumen Korban Kebakaran Manggarai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








