Napi Kendalikan 7 Ton Sabu dari Lapas, Ditjenpas Bantah Kecolongan

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) membantah kecolongan terkait kasus narapidana bernama Hendra Sabarudin yang terbukti mengendalikan peredaran sabu dari dalam Lapas Tarakan, Kalimantan Utara.
Plt Dirjenpas, Reynhard Silitonga, menegaskan, pihaknya terus berupaya menghentikan peredaran narkoba dari balik jeruji, dan pengungkapan kasus Hendra juga berawal dari informasi yang diperoleh Kemenkumham.
"Warga binaan di dalam lapas berjumlah sekitar 300 ribu orang, dan dari jumlah itu, 145 ribu orang merupakan pelaku tindak pidana narkoba. Tentu mereka menjadi fokus investigasi bersama dengan Bareskrim," ujar Reynhard dalam konferensi pers di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Rabu (18/9/2024).
Baca Juga: Survei LSI: Elektabilitas Ridwan Kamil-Suswono Unggul dengan 51,8 Persen
Namun, Reynhard mengakui, masih ada beberapa narapidana yang nekat menjalankan bisnis narkoba dari dalam penjara.
Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terlibat, termasuk pegawai yang ikut bermain.
"Termasuk pegawai yang terlibat, kami akan ambil tindakan tegas. Ini adalah bagian dari pembersihan yang kami lakukan bersama pihak terkait. Mari kita berantas narkoba di mana pun berada," tegasnya.
Hendra Sabarudin diketahui mengendalikan peredaran narkoba dari Lapas Tarakan Kelas II A sejak tahun 2017.
Ia memasok narkoba ke berbagai wilayah Indonesia seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Bali, dan Jawa Timur.
Baca Juga: CISSReC: Pembentukan Lembaga PDP Mendesak, Presiden Harus Segera Bertindak
Selama beroperasi, Hendra tercatat telah memasok 7 ton sabu, dengan total nilai peredaran uang mencapai Rp 2,1 triliun.
Sebagian dari uang tersebut, sekitar Rp 221 miliar, digunakan untuk membeli aset seperti mobil dan tanah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









