Akurat
Pemprov Sumsel

BNN: Penyebaran Narkoba Kini Masuk Desa, Tambang, hingga Pelosok Pantai

Ahada Ramadhana | 30 November 2025, 20:05 WIB
BNN: Penyebaran Narkoba Kini Masuk Desa, Tambang, hingga Pelosok Pantai

AKURAT.CO Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Suyudi Ario Seto, mengingatkan, penyebaran narkoba di Indonesia semakin masif.

Bukan hanya di kota-kota besar, tetapi telah merambah ke desa-desa, wilayah pesisir, hingga area perkebunan dan tambang.

Mengutip data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2023, Suyudi menyebut prevalensi penyalahgunaan narkotika telah mencapai 3,3 juta orang, atau 1,73 persen dari total penduduk Indonesia.

“Sekarang penyebaran atau pemaparan narkotika bukan saja di kota besar, tapi sudah sampai ke desa-desa, pelosok pantai, bahkan ke kebun-kebun dan daerah tambang. Ini harus kita tangani secara kolaboratif,” ujarnya, dikutip pada Minggu (30/11/2025).

Menurut Suyudi, BNN tidak dapat bekerja sendirian, sehingga diperlukan kolaborasi erat lintas kementerian, lembaga, serta elemen masyarakat untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.

Baca Juga: Pemerintah Kerahkan 28 Helikopter untuk Tangani Bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut

“Dalam upaya pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat, BNN telah melakukan berbagai langkah. Namun kami mengajak semua pihak untuk bahu-membahu, bergandengan tangan melakukan pencegahan karena angkanya cukup memprihatinkan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sindikat narkoba kini terus berupaya menembus pertahanan negara dengan cara-cara baru melalui beragam bentuk dan jenis produk, mulai dari permen, makanan ringan, cookies, hingga rokok elektrik.

“Sekarang narkotika itu masuk ke permen-permen, makanan ringan, cookies, bahkan rokok elektrik. Ini yang harus betul-betul dipahami,” tutur Suyudi.

Suyudi juga menyoroti munculnya narkotika jenis baru yang mulai mendunia, yakni new psychoactive substances (NPS).

“Perkembangannya sekarang ada yang namanya new psychoactive substances. Ini narkotika jenis baru, berbentuk kimia atau sintetis. Isu ini bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.