DPR Apresiasi Penangkapan Buronan Narkoba Dewi Astutik: Jangan Ada Ampun bagi Bandar!

AKURAT.CO Langkah cepat Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menangkap gembong narkotika internasional Dewi Astutik di Sihanoukville, Kamboja, mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Komisi III DPR RI.
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menilai keberhasilan operasi lintas negara itu menjadi bukti keseriusan aparat Indonesia dalam memburu pelaku kejahatan narkotika meskipun berada di luar negeri.
“Ini prestasi yang patut diapresiasi. BNN telah menunjukkan komitmen kuat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” ujar Abdullah di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Meski begitu, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat aparat lengah. Abdullah meminta BNN dan Polri meningkatkan upaya pemberantasan narkoba secara lebih agresif dan terstruktur.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa setengah-setengah. Harus lebih masif, konsisten, dan melibatkan sinergi semua lembaga penegak hukum,” tegasnya.
Abdullah juga memperingatkan bahwa perang terhadap narkoba tidak akan efektif jika masih ada oknum aparat yang terlibat atau menjadi beking sindikat.
“Jika ada aparat yang terlibat, tidak ada kompromi. Harus ditindak tegas, diproses hukum, dan diberi sanksi maksimal. Negara tidak boleh kalah oleh pengkhianatan oknum-oknum seperti itu,” ujar legislator asal Dapil Jawa Tengah VI tersebut.
Menurut Abdullah, penangkapan Dewi Astutik harus dijadikan momentum memperkuat kerja sama internasional serta meningkatkan kapasitas intelijen, pengawasan, dan penindakan di dalam negeri.
“Ini momentum penting. Kita harus terus memperkuat kapasitas aparat, memperluas jaringan kerja sama global, dan memastikan tidak ada ruang bagi sindikat narkoba untuk beroperasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, BNN bersama Interpol dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil menangkap Dewi Astutik—yang dikenal dengan alias “Mami”—pada Selasa (2/12/2025) di Kamboja.
Ia disebut sebagai aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun, yang jika beredar diperkirakan mengancam sekitar 8 juta jiwa.
Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kerja sama internasional yang kuat.
“Dia merupakan aktor utama penyelundupan dua ton sabu dan kasus narkotika lainnya di Indonesia,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









