Akurat
Pemprov Sumsel

Polisi Naikkan Kasus Penganiayaan Siswa di SMA Tebet ke Tahap Penyidikan

Dwana Muhfaqdilla | 15 Oktober 2024, 12:18 WIB
Polisi Naikkan Kasus Penganiayaan Siswa di SMA Tebet ke Tahap Penyidikan

AKURAT.CO Polisi menaikkan kasus dugaan penganiayaan siswa MA As-Syafi'iyah di Kawasan Bukit Duri Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, ke tahap penyidikan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, mengatakan, hal ini diputuskan setelah polisi melakukan gelar perkara pada Senin (14/10/2024) kemarin.

"Sudah gelar perkara. tadi setelah memeriksa dari keterangan saksi-saksi menjadi bahan untuk gelar perkara, kemudian sekarang sudah naik sidik," kata Nurma saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/10/2024).

Terkait pemeriksaan saksi, sampai saat ini pihaknya telah memeriksa enam saksi, termasuk kakak korban yang telah menjadi pelapor dalam kasus ini.

Baca Juga: Tak Ada Bullying dalam Dugaan Penganiayaan Siswa SMA di Tebet, Polisi: Mereka Berkelahi

"Penyidik sudah memeriksa enam orang saksi dari anak sekolah yang melihat, kemudian siswa-siswa lanjut dari kakak korban. Kemudian juga ada ibu dari korban yang diperiksa sekarang dimintai keterangan oleh penyidik," ungkap dia.

Terkait pemeriksaan anak terlapor, Nurma mengaku polisi telah mengagendakan. Meski begitu, ia tak menjelaskan lebih detail mengenai waktunya.

"Sudah diagendakan. Agenda pemeriksaan yang jelas nanti kita memanggil untuk yang diduga anak terlapor itu yang lagi dibuat oleh penyidik. Tanggal hari ada di penyidik," tutup dia.

Sebelumnya, seorang siswa SMA As-Syafi'iyah berinisial AA (16) di Kawasan Bukit Duri Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan tak sadarkan diri usai diduga dianiaya oleh teman sekolah.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Gogo Galesung, mengungkap korban langsung dibawa ke rumah sakit setelah berkelahi satu lawan satu. "Selasa siang ada perkelahian korban A dengan N satu lawan satu," kata Gogo saat dihubungi wartawan, Kamis (10/10/2024).

Dia menjelaskan, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut, salah satunya motif perkelahian. Meski begitu, berdasar keterangan saksi, perkelahian ini dipicu masalah perempuan.

"Diduga cekcok mungkin masalah perempuan, ini masih dugaan ya," ungkap dia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.