Komisi Yudisial Tetap Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Kasasi GRT

AKURAT.CO Tim pemeriksa Mahkamah Agung (MA) menyatakan tidak ditemukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) oleh majelis hakim kasasi dalam perkara Gregorius Ronald Tannur (GRT).
Meski begitu, Komisi Yudisial (KY) menegaskan akan tetap mendalami dan memeriksa dugaan pelanggaran etik yang melibatkan majelis hakim tersebut.
“Berdasarkan putusan pleno KY pada Selasa, 12 November 2024, KY akan tetap mendalami dan memeriksa dugaan pelanggaran etik majelis hakim kasasi yang menangani perkara GRT,” ujar Anggota KY sekaligus Juru Bicara KY, Mukti Fajar Nur Dewata, Senin (25/11/2024).
Baca Juga: Cara Cek Lokasi TPS Pilkada 2024 Secara Online, Lengkap dengan Dokumen yang Perlu Dibawa!
KY sebelumnya telah membentuk tim khusus yang melibatkan tiga komisioner untuk menyelidiki dugaan pelanggaran etik oleh majelis hakim kasasi yang menjatuhkan vonis 5 tahun penjara terhadap GRT.
“KY dan Kejaksaan Agung terus berkoordinasi untuk melakukan pendalaman melalui pertukaran informasi terkait dugaan pelanggaran kode etik hakim kasasi, termasuk hakim lainnya, sesuai kewenangan masing-masing lembaga,” tambah Mukti.
KY juga mengonfirmasi telah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran KEPPH oleh majelis hakim kasasi yang menangani perkara tersebut.
“Pada Rabu, 20 November 2024, pengacara korban DSA melaporkan majelis hakim kasasi kepada KY. Saat ini, laporan tersebut sedang diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ungkap Mukti.
Baca Juga: Microsoft Perkenalkan Chip Baru untuk Mendukung Cloud Azure dan Keamanan Data
KY menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan independensi hakim, sekaligus menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang berhubungan dengan dugaan pelanggaran etik dalam sistem peradilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








