Pemerintah Siapkan Regulasi Nasional Pendidikan Antikorupsi

AKURAT.CO Pemerintah berkomitmen memperkuat pendidikan antikorupsi dengan mengintegrasikannya ke dalam regulasi nasional.
Strategi ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga di Jakarta, Selasa (22/7/2025), sebagai tindak lanjut dari komitmen bersama penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi (PAK).
“Pendidikan antikorupsi akan diintegrasikan dalam revisi Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, yang baru dua minggu lalu kita bahas,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif dan karakter berintegritas sebagai fondasi sumber daya manusia unggul.
Pendekatan pendidikan ini melibatkan lima pilar: keluarga, institusi pendidikan, masyarakat, tempat ibadah, dan ruang digital.
“Pendidikan antikorupsi harus menjadi bagian sistem pendidikan nasional, bukan sekadar tambahan,” tegas Warsito.
Ia juga menyoroti perlunya mengedukasi masyarakat tentang perbedaan antara budaya memberi dan gratifikasi ilegal.
Hal ini penting mengingat Indonesia selama tiga tahun berturut-turut menduduki peringkat pertama negara paling dermawan versi World Giving Index (WGI).
Baca Juga: Muruarar Sirait: Said Aldi Sangat Layak Jadi Presiden Pemuda Masjid Dunia
Sementara itu, Direktur Sosialisasi dan Kampanye KPK, Amir Arief, menyebut pendidikan antikorupsi sebagai upaya strategis membangun ekosistem pendidikan yang bersih.
Ia mengungkap data dari Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 yang menunjukkan tantangan besar:
-
43 persen siswa dan 58 persen mahasiswa masih menyontek
-
Plagiarisme dilakukan 6 persen guru dan 43 persen dosen
-
65 persen sekolah masih menerima hadiah dari orang tua murid
-
22 persen sekolah mengalami suap untuk meluluskan atau menaikkan nilai
-
12 persen sekolah menyalahgunakan Dana BOS
-
28 persen sekolah masih memungut biaya secara ilegal saat PPDB
“Kami juga mengusulkan regulasi nasional khusus sebagai dasar hukum kuat bagi pendidikan antikorupsi di seluruh wilayah,” kata Amir.
Direktur Ketahanan Sosial BPS, Nurma Midayanti, menambahkan pentingnya peran keluarga. Ia menekankan perlunya pendekatan parenting antikorupsi sejak dini untuk membentuk karakter anak.
“Lingkungan keluarga harus jadi titik awal pendidikan antikorupsi,” ujarnya.
BPS mencatat Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) 2024 turun menjadi 3,85 dari 3,92 pada tahun sebelumnya. Nurma menyebut penurunan ini sebagai alarm perlunya penguatan pendidikan karakter.
Baca Juga: Study Tour Dilarang, Titik!
Menutup rapat, Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri, Sri Handoko Taruna menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung program ini.
“Kami siap mengintegrasikan pendidikan antikorupsi ke dalam RPJMD di seluruh daerah,” katanya.
Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan seluruh lapisan masyarakat, pendidikan antikorupsi diharapkan menjadi fondasi kokoh menuju Indonesia yang bersih dan berintegritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









