Pemerintah Pastikan Aturan Turunan KUHP Rampung Jelang Implementasi 2026

AKURAT.CO Wakil Menteri Hukum (Wamenkum), Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej, menanggapi kekhawatiran koalisi masyarakat sipil terkait penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang akan mulai berlaku pada Januari 2026.
Eddy menegaskan seluruh aturan pelaksana KUHP telah selesai disusun pemerintah dan siap diberlakukan.
“Kalau saya mendengar kekhawatiran dari teman-teman koalisi masyarakat sipil, itu terkait peraturan pelaksanaan KUHP. Sudah selesai,” ujar Eddy usai rapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025).
Ia merinci, terdapat tiga Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan turunan KUHP dan semuanya telah rampung.
“Pertama, PP tentang pedoman keberlakuan hukum yang hidup dalam masyarakat. Kedua, PP tentang pemidanaan, termasuk tindakan. Ketiga, PP tentang komutasi pidana. Itu semua sudah selesai dilakukan,” jelasnya.
Menurut Eddy, kekhawatiran publik muncul karena asumsi bahwa KUHP akan berlaku tanpa panduan teknis. Namun, pemerintah memastikan hal itu tidak terjadi.
Baca Juga: ASG Ajak Mahasiswa IPB Telusuri Pengelolaan Lanskap Kawasan Pesisir
“Jangan sampai KUHP berlaku tetapi belum ada peraturan pelaksanaan. Tapi saya pastikan peraturan pelaksanaan itu sudah selesai,” tegasnya.
Menanggapi kritik bahwa KUHP berpotensi menjadi instrumen kriminalisasi, Eddy memastikan pemerintah telah menyiapkan mekanisme pencegahan melalui penjelasan dan anotasi resmi dalam naskah KUHP.
“Dalam KUHP itu hukum materiil disertai penjelasan,” katanya.
“Bahkan kami memuat anotasi dalam KUHP Nasional untuk memberikan guidance kepada aparat penegak hukum, khususnya penyidik dan penuntut umum,” tambahnya.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak warga negara.
“Ini justru untuk mencegah terjadinya kriminalisasi dan kesewenang-wenangan dalam penegakan hukum,” tutup Eddy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









