Ahli Hukum: KUHP–KUHAP Baru Tak Bikin Aparat Bertindak Semena-mena

AKURAT.CO Ahli Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menilai, pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak memberikan kewenangan berlebihan kepada aparat penegak hukum.
Menurutnya, seluruh tindakan aparat tetap dibatasi oleh koridor hukum yang telah diatur secara ketat dalam undang-undang tersebut.
“Penetapan seseorang sebagai tersangka harus didasarkan pada minimal dua alat bukti yang sah, seperti keterangan saksi, surat, maupun keterangan ahli,” ujar Abdul Fickar dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Ia menegaskan, masyarakat tetap memiliki peran penting sebagai alat kontrol terhadap penegakan hukum.
Mekanisme praperadilan dapat digunakan untuk menggugat tindakan upaya paksa yang dilakukan aparat, mulai dari penetapan tersangka, penangkapan, penahanan, penggeledahan, hingga penyitaan apabila dilakukan secara sewenang-wenang.
Baca Juga: Babak Baru Hukum Pidana! KUHP–KUHAP Baru Dinilai Tinggalkan Warisan Kolonial
“Yang terpenting adalah keberanian masyarakat untuk mempersoalkan tindakan aparat penegak hukum apabila terbukti melanggar hukum,” katanya.
Abdul Fickar juga menilai ruang koreksi terhadap penerapan KUHP dan KUHAP masih terbuka lebar, baik dari sisi norma hukum maupun implementasinya di lapangan.
Jika menyangkut substansi norma hukum, masyarakat dapat mengajukan uji materiil ke Mahkamah Konstitusi.
Sementara itu, apabila persoalan berkaitan dengan penerapan hukum, masyarakat dapat menempuh berbagai upaya hukum yang tersedia, seperti praperadilan, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali (PK).
“Sistem hukum kita telah menyediakan mekanisme koreksi yang memadai. Tinggal bagaimana masyarakat berani menggunakan hak konstitusionalnya,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









