KPK Kembangkan Kasus DJKA, Keterlibatan Eks Menhub Didalami

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan terus mendalami bukti dan informasi terkait pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara suap proyek pembangunan jalur kereta Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan, penyidik tidak menutup kemungkinan untuk menelusuri keterlibatan mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam perkara tersebut.
“Ya makanya itu nanti akan didalami sama penyidik,” tegas Setyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Menurutnya, penyidik akan mencermati seluruh rangkaian proses, mulai dari keterangan saksi, alat bukti, hingga fakta yang terungkap di persidangan.
“Semuanya nanti dilihat dari proses pemeriksaan, dari keterangan berita acara, apakah masih ada sambungan dan apakah sambungan itu relevan,” ujar Setyo.
Nama Budi Karya Muncul di Persidangan
Nama Budi Karya sebelumnya mencuat dalam persidangan.
Ia disebut pernah bertemu Bupati Pati Sudewo saat yang bersangkutan masih menjabat anggota Komisi V DPR RI periode 2020–2024.
Selain itu, muncul pula informasi terkait penyewaan helikopter dalam kunjungan kerja yang diduga berkaitan dengan rangkaian perkara.
Baca Juga: Gibran: UMKM Fondasi Kekuatan Ekonomi Nasional
KPK sempat menjadwalkan pemeriksaan terhadap Budi Karya, namun ia tidak hadir dengan alasan memiliki agenda lain.
Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang meski waktunya belum ditentukan.
Budi Karya juga pernah diperiksa KPK pada Juli 2023 sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pengadaan dan pemeliharaan jalur kereta di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera periode 2018–2022.
KPK Kembangkan Perkara
Kasus suap proyek jalur kereta DJKA wilayah Jawa Timur kini terus dikembangkan.
Terbaru, KPK menetapkan mantan anggota Komisi V DPR RI periode 2020–2024, Sudewo, sebagai tersangka.
KPK juga menyatakan akan menelusuri peran legislator lain yang disebut dalam perkara dan diduga menerima aliran dana, di antaranya Lasarus, Ridwan Bae, Hamka Baco Kady, dan Sadarestuwati.
KPK menegaskan proses hukum akan berjalan berdasarkan alat bukti dan fakta persidangan yang berkembang.
Baca Juga: Pesan Keras Menko Polkam: Disiplin Mutlak, Kostrad Harus Siap Tempur Setiap Saat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








