Kasus Petani Tewas di Sumut Diduga Libatkan Oknum TNI, DPR Desak Pengusutan Transparan

AKURAT.CO Anggota Komisi I DPR, Cindy Monica, mendesak pengusutan tuntas atas meninggalnya seorang petani yang diduga menjadi korban penganiayaan di area perkebunan Agrinas Palma Nusantara, Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
Salah satu pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut merupakan anggota TNI aktif.
Legislator Fraksi Partai Nasdem itu menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut, sekaligus mendorong agar proses pengusutannya dilakukan secara transparan.
Menurut Cindy, setiap dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan aparat negara harus ditangani secara profesional, objektif, dan akuntabel guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa seperti ini harus diusut secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan yang mencederai rasa keadilan masyarakat," jelas Cindy, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Cindy menegaskan bahwa penanganan setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan prajurit TNI harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional.
Sebagai anggota Komisi I DPR yang membidangi bidang pertahanan, ia turut mengapresiasi langkah awal Kodam I/Bukit Barisan yang telah melakukan penyelidikan internal dan memberikan keterangan kepada publik.
Meski demikian, ia menekankan agar seluruh proses berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Komitmen penegakan disiplin dan hukum harus menjadi prioritas. Apabila nantinya terbukti terdapat pelanggaran, maka proses hukum harus ditegakkan secara tegas sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu," kata legislator dari Dapil Sumatera Barat II itu.
Cindy juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi agar tidak memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
Ia berharap kasus ini menjadi momentum untuk terus memperkuat profesionalisme aparat negara, meningkatkan pengawasan internal, serta memastikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat sebagai bagian dari komitmen negara dalam menegakkan supremasi hukum.
"Kepercayaan publik merupakan modal penting bagi institusi negara. Karena itu, penyelesaian perkara secara transparan, adil, dan sesuai hukum merupakan langkah terbaik untuk menjaga marwah institusi sekaligus memenuhi rasa keadilan masyarakat," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








