Akurat Logo

Pemprov DKI Gerak Cepat Tangani Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah, Siswa Langsung Dievakuasi

Okto Rizki Alpino | 13 Juli 2026, 12:25 WIB
Pemprov DKI Gerak Cepat Tangani Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah, Siswa Langsung Dievakuasi
Ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dikirim melalui pesan Whatsapp dari nomor tidak dikenal. Foto: Ilustrasi/Freepik

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani ancaman bom yang diterima SDN Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Ancaman yang dikirim melalui pesan Whatsapp dari nomor tidak dikenal itu langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama kepolisian, Tim Gegana, dan Densus 88 untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan, teror tersebut diterima seorang guru dan tenaga kependidikan ketika para siswa sedang berkumpul di lapangan sekolah mengikuti kegiatan MPLS.

"Teror itu diterima melalui pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang berisi ancaman peledakan bom di sekolah tersebut," kata Chico, kepada wartawan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemprov DKI segera berkoordinasi dengan polsek setempat, Tim Gegana, dan Densus 88.

Baca Juga: 30 Contoh Teka-teki MPLS 2026 dan Artinya, Lengkap agar Siswa Baru Tidak Bingung!

Petugas langsung melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah, guna memastikan tidak ada benda mencurigakan yang membahayakan warga sekolah.

"Saat ini proses sterilisasi dan penyisiran oleh Tim Gegana sedang dilakukan secara menyeluruh di area sekolah," ujar Chico.

Demi menjamin keselamatan seluruh warga sekolah, aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara. Seluruh siswa dievakuasi dan dipulangkan ke rumah masing-masing, sementara pihak sekolah berkoordinasi dengan orang tua dan wali murid.

"Seluruh siswa juga telah dipulangkan ke rumah masing-masing," katanya.

Chico menjelaskan, komunikasi dengan orang tua siswa dilakukan melalui Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan bersama polsek setempat. Agar proses evakuasi berjalan tertib dan seluruh siswa dapat kembali ke rumah dengan aman.

Baca Juga: MPLS Berapa Hari? Ini Jadwal SD, SMP, SMA dan Aturan Terbaru 2026

Di saat yang sama, Tim Densus 88 juga melakukan pelacakan terhadap nomor pengirim pesan ancaman untuk mengungkap pelaku di balik aksi teror tersebut.

Pemprov DKI, kata Chico, menempatkan keselamatan peserta didik, guru, dan seluruh civitas sekolah sebagai prioritas utama.

Ia juga mengapresiasi respons cepat serta koordinasi lintas instansi dalam menangani situasi darurat tersebut.

"Situasi saat ini terkendali dan proses penanganan terus berjalan. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan secara transparan kepada masyarakat. Kami mohon dukungan dan doa agar proses ini berjalan lancar dan sekolah dapat kembali aman untuk kegiatan pembelajaran," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan, Tim Gegana dan Densus 88 telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi dan belum menemukan adanya bahan peledak.

Baca Juga: 25 Contoh Ice Breaking MPLS SMP yang Seru, Lucu, dan Bikin Siswa Baru Cepat Akrab

Meski demikian, penyisiran masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

"Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88, nihil, tapi masih disisir. Lagi disisir," katanya.

Nurma menjelaskan, informasi mengenai ancaman bom diterima sekitar pukul 07.30 WIB melalui pesan Whatsapp yang dikirim nomor tidak dikenal kepada seorang guru dan tenaga kependidikan.

Setelah laporan diterima, aparat bersama pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa sebagai langkah antisipasi.

"Anak-anak sudah dievakuasi," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.