Soal Peluang Periksa Raja Juli, KPK: Jangan Ditantang-tantang Begitu

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penyidikan dugaan korupsi terkait pemberian amplop berisi uang dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby, kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni masih terus berjalan.
KPK menekankan pemanggilan saksi dilakukan berdasarkan kebutuhan pembuktian, bukan karena tekanan publik.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan, peluang memeriksa Raja Juli sepenuhnya bergantung pada konstruksi perkara dan alat bukti yang dimiliki penyidik.
“Ukuran kami melaksanakan penyidikan bukan masalah berani atau tidak berani. Ketika dalam proses penyidikan dibutuhkan pemanggilan, tentu penyidik akan melakukan pemanggilan. Jadi tolong, kita juga bukan untuk ditantang-tantang begitu,” kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurut Taufik, penyidik saat ini masih mendalami aliran dana yang diduga dikumpulkan dari sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) serta menganalisis barang bukti hasil penggeledahan.
“Penyidikan masih berjalan. Kami masih memverifikasi jumlah uang yang dipungut dari KUD dan mengidentifikasi barang bukti hasil penggeledahan. Jadi bukan soal berani atau tidak berani, tetapi kebutuhan dalam proses penyidikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan memeriksa Raja Juli akan ditentukan berdasarkan kebutuhan pembuktian dalam perkara.
“Apakah konstruksinya membutuhkan keterangan yang bersangkutan atau tidak, itu yang akan diukur,” tegasnya.
Dalam perkara ini, KPK menduga sekitar 46.500 dolar Singapura dikumpulkan untuk memuluskan proses pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Kabupaten Kuansing.
Baca Juga: KPK Dalami Pertemuan Raja Juli dan Bupati Kuansing Terkait Dugaan Pemberian Amplop
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








