Kesaksian Zainal Abidin Bukti Tidak Ada Arahan Yaqut Menyuap Pansus Haji

AKURAT.CO Kuasa hukum mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Mellisa Anggraini, menilai kesaksian Zainal Abidin dalam sidang korupsi kuota haji tidak menunjukkan adanya arahan kliennya untuk menyiapkan USD1 juta bagi Panitia Khusus Haji DPR.
Hal itu disampaikan Mellisa usai mengikuti siding korupsi kuota haji di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, keterangan Zainal justru menunjukkan bahwa uang USD1 juta, yang disebut berkaitan dengan pansus, tidak berasal dari instruksi Yaqut.
"Tadi ada salah satu saksi yang bicara terkait dengan pansus. Sebagaimana yang kita ketahui, waktu itu disampaikan bahwa ada upaya Gus Yaqut untuk melakukan suap kepada pansus. Tapi ternyata dalam kesaksian hari ini, saksi Zainul Abidin menyampaikan bahwa tidak ada arahan apa pun terkait pansus ini, satu juta (dolar) ini dari Gus Yaqut," jelas Mellisa.
Mellisa kemudian menyoroti keberadaan uang tersebut yang menurutnya berada dalam penguasaan pihak tertentu selama lebih dari 10 bulan. Ia mengatakan, uang tersebut diserahkan pada September 2024 dan baru dikembalikan Agustus 2025.
Kondisi tersebut, menurut Mellisa, perlu dijelaskan dalam persidangan. Termasuk mengenai siapa yang memberikan arahan selama uang berada dalam penguasaan pihak terkait dan mengapa tidak segera dikembalikan.
"Jadi, ada sekitar lebih dari 10 bulan uang ini terparkir. Itu mengikuti arahan siapa? Kemudian kenapa tidak dikembalikan?" katanya.
Mellisa juga meminta pihak-pihak yang namanya muncul dalam rangkaian kesaksian mengenai dugaan aliran uang kepada Pansus Haji untuk dihadirkan di persidangan.
Menurutnya, kehadiran pihak-pihak tersebut penting, agar seluruh keterangan dapat diuji dan fakta perkara menjadi terang.
"Karena terkait dengan pansus ini sudah muncul menjadi sebuah tudingan hukum kepada Gus Yaqut, maka kami ingin semua pihak yang disebutkan di dalam proses persidangan ini dihadirkan. Kan kita maunya proses persidangan ini mencari kebenaran materiil, sehingga terbuka dan menjadi terang apa yang dituduhkan," jelas Mellisa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






