Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen terkait perpanjangan hak guna bangunan (HGB) saat menggeledah kantor PT Bela Parahiyangan Investindo (BPA), Selasa (29/9/2026).
Dokumen tersebut menjadi salah satu barang bukti yang diamankan penyidik dalam pengusutan tindak pidana korupsi terkait proses pertanahan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, pengurusan HGB PT BPA diduga masuk dalam kewenangan pemerintah pusat karena luasan lahan yang dimohonkan.
"Jadi, yang diurus itu luasannya masuk kewenangan pusat (Kementerian ATR/BPN)," ujarnya, Jumat (2/10/2026).
Budi menjelaskan, KPK menemukan adanya klasterisasi dalam proses pengurusan HGB maupun sertifikasi tanah.
Baca Juga: KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat
Kewenangan pengurusan disesuaikan dengan luasan lahan, mulai dari kantor pertanahan (kantah), kantor wilayah (kanwil), hingga tingkat pusat.
"Jadi, soal pengurusan HGB ataupun sertifikasi tanah itu memang ada klasterisasinya. Jadi, berdasarkan informasi yang didapatkan oleh penyidik, bahwa misalnya lahan untuk luasan sekian sampai sekian itu pengurusannya di tingkat kantah. Kemudian di luasan yang lebih luas lagi, begitu ya, itu pengurusannya di Kanwil, dan seterusnya sampai di pusat. Untuk yang PT BPA ini, diduga pengurusannya dilakukan di pusat," Budi menerangkan.
PT Bela Parahiyangan Investindo diketahui merupakan anak usaha Lyman Group yang mengembangkan Kota Baru Parahyangan (KBP) di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Kawasan tersebut dibangun di atas lahan sekitar 1.250 hektare.
KPK masih mendalami proses pengurusan pertanahan yang dilakukan PT BPA. Termasuk mekanisme pemrosesan di tingkat pusat, serta dugaan adanya perbuatan melawan hukum dalam proses tersebut.
Pendalaman juga mencakup dugaan pemberian uang dalam proses pengurusan HGB tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








