10 Kesalahan Saat Membuat Password, Jadi Santapan Empuk Hacker

AKURAT.CO Kata sandi atau password menjadi hal penting yang bisa mengamankan akun digital kita. Namun ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pengguna dalam membuat kombinasi password, sehingga menjadi incaran hacker.
Seiring berjalannya waktu, membuat kata sandi tidak bisa semudah biasanya. Pasalnya, saat ini banyak hacker atau peretas yang membobol kata sandi akun-akun online untuk akses ke informasi pribadi.
Oleh sebab itu, kamu harus berusaha ekstra untuk membuat kata sandi yang sulit ditebak. Sebaliknya, jangan membuat kata sandi yang terlalu mudah karena akan membuat akunmu rentan diserang hacker.
Berikut adalah kesalahan membuat password yang membuatmu rentan jadi sasaran empuk hacker.
Baca Juga: 7 Aplikasi Penyimpan Password Terbaik Dan Teraman 2023
Kesalahan dalam Membuat Password
1. Memilih password yang terlalu mudah ditebak
Password seperti 1234 atau tanggal ulang tahun kita adalah password yang sangat mudah ditebak.
Memang password tersebut sangat mudah diingat dan akan sulit dilupakan, tapi sangat mudah buat hacker buat membajaknya.
Password lain yang mudah ditebak adalah memasukan nama sendiri, nama orangtua, hobi, atau apapun yang informasinya telah kita sebar di media sosial.
2. Password terlalu sulit diingat
Namun, password yang kelewat sulit juga enggak bagus, nih. Biasanya password tersebut bakalan kita tulis di handphone atau selembar kertas biar enggak lupa.
Namun kebiasaan menulis password ini bisa jadi rentan diketahui orang lain, lho!
3. Password terlalu pendek
Sebisa mungkin, jangan sampai password yang kita pilih sangat pendek.
Biasanya sistem bakalan meminta kita untuk punya password sepanjang 8 karakter, tapi akan jauh lebih baik kalau kita bisa membuat password lebih dari 15 karakter biar terjamin.
4. Menyimpan kata sandi di tempat yang mudah ditemukan
Mencatat kata sandi pada selembar kertas atau sticky note dan menyimpannya di dekat komputer bisa sangat berbahaya. Ini seperti meninggalkan kunci rumah di depan pintu.
Sebaiknya, pilih kata sandi yang cukup mudah diingat sehingga kamu tidak perlu menuliskannya. Namun, jika harus ditulis, simpanlah di lokasi yang aman, jauh dari komputer. Atau, gunakan aplikasi pengelola kata sandi.
5. Menggunakan informasi pribadi
Menggunakan informasi pribadi dalam password mungkin membuat password jadi lebih mudah diingat. Namun, cara ini sebenarnya membuat password lebih mudah ditebak.
Hindari penggunaan segala jenis informasi pribadi dalam password, seperti nama, tanggal lahir, nama orang tua, atau nama hewan peliharaan. Informasi ini dapat dengan mudah ditemukan oleh hacker dari profil media sosial atau bahkan percakapan publik.
6. Tidak menggunakan angka dan karakter khusus yang cukup
Penting untuk memasukkan sebanyak mungkin simbol dan angka serta berbagai karakter. Ini penting untuk membuat password tidak mudah ditebak oleh entitas yang tidak dikenal.
Mengganti huruf dengan simbol juga merupakan ide bagus karena membuat orang lain sulit menebak, tetapi relatif mudah untuk kamu ingat. Misalnya, daripada membuat password haeseong atau haeseong123, lebih baik ganti menjadi h43se0ng! atau h@es30n9.
7. Menggunakan password yang sama untuk beberapa akun
Hacker berasumsi bahwa pengguna akan memiliki kata sandi yang sama di seluruh platform. Sayangnya, asumsi ini sering kali benar.
Membuat kata sandi yang sama untuk semua akun adalah kesalahan besar yang dibuat oleh banyak orang. Bahkan, hanya dengan satu set kredensial login, hacker dapat login ke semua akun penting menggunakan email dan kata sandi yang sama.
8. Tidak pernah mengubah password
Beberapa pengguna memilih untuk mengubah password setiap beberapa waktu. Hal ini masuk akal untuk dipertimbangkan mengingat kita biasanya membuat password yang pendek dan kurang kuat pada awal masuk ke dunia internet.
Namun, hal ini tidak diperlukan bagi pengguna yang memiliki banyak akun online yang sudah memiliki password yang kuat dan unik. Namun, jika kamu memiliki password yang mudah ditebak atau password sama untuk beberapa akun, ada baiknya kamu menggantinya menjadi lebih rumit.
9. Menjadi apatis tentang kebiasaan password
Banyak orang cenderung berpikir bahwa serangan siber tidak akan terjadi pada dirinya. Namun, perlu ingat bahwa ketika pelanggaran data dan ancaman siber lainnya terjadi, ada kerugian finansial dan konsekuensi parah lainnya yang bisa kamu alami.
Selama masih menggunakan internet, kamu akan selalu menjadi target potensial.
10. Memilih tak menggunakan sistem autentikasi multi-faktor
Bahkan kata sandi yang paling rumit pun dapat disusupi. Autentikasi multi-faktor menciptakan lapisan perlindungan ekstra dengan mewajibkan verifikasi tambahan, di luar nama pengguna dan kata sandi kamu setiap kali kamu login.
Paling sering, verifikasi tambahan ini dilakukan mengirim SMS atau email. Ini adalah langkah ekstra yang sangat berharga.
Nah, itulah beberapa kesalahan saat membuat password. Coba cek lagi, apakah password-mu masuk dalam kategori kuat atau lemah. Jika lemah, segera ubah agar menjadi lebih kuat dan aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






