Kementerian Jepang Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Terjemahkan Hukum ke Bahasa Inggris

AKURAT.CO - Kementerian Kehakiman Jepang kini mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk merampingkan proses terjemahan undang-undang ke dalam bahasa Inggris.
Sebelumnya, rata-rata butuh dua setengah tahun untuk menerbitkan terjemahan bahasa Inggris. Dengan penerapan AI, kementerian berambisi untuk memastikan terjemahan hukum utama dapat diakses dalam setahun setelah pengumuman atau revisi.
Pada tahun 2009, Pemerintah meluncurkan Sistem Basis Data Terjemahan Hukum Jepang yang mempublikasikan terjemahan hukum ke dalam bahasa Inggris. Hingga akhir November, 915 undang-undang dan peraturan telah berhasil diterjemahkan dari lebih dari 8.000 regulasi Jepang.
Baca Juga: Daftar Profil dan Klasemen FIFA Grup D Piala Asia 2023: Jepang, Irak, Vietnam, Indonesia
Proses terjemahan melibatkan persiapan draf oleh setiap kementerian atau lembaga yang kemudian diperiksa oleh penutur asli bahasa Inggris dengan pengetahuan hukum Jepang dan AS. Proses ini sebelumnya sering dialihdayakan ke perusahaan swasta, tetapi keterbatasan anggaran membatasi outsourcing.
Dikutip dari Asahi.com, Senin (15/1/2024), kementerian mulai menguji sistem AI pada Desember. Sistem tersebut kini mampu menghasilkan draf terjemahan bahasa Inggris yang sangat akurat hanya dalam beberapa jam, bahkan untuk undang-undang dan peraturan yang kompleks.
Dengan target menerbitkan 320 undang-undang dan peraturan dalam bahasa Inggris dalam tahun fiskal berikutnya, Kementerian Kehakiman juga berencana memperluas penggunaan sistem ke semua kementerian dan lembaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








