AI Canggih Berpotensi Mengancam Kehidupan, Manusia Punah?

AKURAT.CO - Sebuah laporan yang dibiayai oleh pemerintah AS telah menyampaikan peringatan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang canggih bisa menjadi ancaman serius, bahkan menghadirkan risiko kepunahan manusia.
Laporan tersebut menyarankan agar pemerintah AS segera mengambil langkah-langkah untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya AI yang bisa menciptakan senjata pemusnah massal.
Laporan ini, yang berjudul 'Rencana Aksi untuk Meningkatkan Keselamatan dan Keamanan AI Tingkat Lanjut', menyoroti bahwa kehadiran AI yang lebih maju dapat mengganggu stabilitas internasional, mirip dengan dampak pengenalan senjata nuklir.
Dikutip dari Techtimes.com, Rabu (13/3/2024), studi ini melibatkan lebih dari 200 individu selama 13 bulan, termasuk perwakilan dari pemerintah AS dan Kanada, penyedia layanan cloud terkemuka, serta ahli keamanan dan komputasi.
Rencana intervensi yang diusulkan mencakup langkah-langkah seperti pembentukan agensi AI baru, pembatasan kekuatan pemrosesan yang digunakan oleh AI, persyaratan persetujuan pemerintah untuk penggunaan model AI baru dan bahkan pembatasan terhadap pengungkapan rahasia tentang operasi model AI melalui lisensi sumber terbuka.
Laporan tersebut menegaskan bahwa menghadapi risiko besar yang ditimbulkan oleh AI memerlukan strategi keamanan yang komprehensif. Ini termasuk konsep defense-in-depth, yang menggabungkan beberapa aturan tumpang tindih untuk meningkatkan ketahanan terhadap kegagalan.
Selain itu, laporan itu menyoroti kebutuhan mendesak untuk bertindak, mengingat kecepatan perkembangan AI yang sangat cepat. Departemen Kehakiman AS juga telah memperingatkan tentang potensi kejahatan AI, seperti manipulasi pasar yang dapat mengakibatkan hukuman berat.
Meskipun demikian, laporan tersebut juga mengakui bahwa rekomendasi yang diajukan perlu diverifikasi oleh para ahli, namun merupakan langkah penting untuk memberikan reaksi yang efektif terhadap ancaman baru yang dihadapi manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








