Toshiba Bakal Buka Babak Baru Setelah Pecat 4.000 Pekerja

AKURAT.CO Produsen elektronik Toshiba mengambil langkah besar setelah menjalani privatisasi.
Langkah ini menandai awal dari perubahan yang berarti bagi perusahaan asal Jepang itu.
Toshiba mengumumkan rencananya untuk melakukan pemangkasan hingga 4.000 pekerja sebagai bagian dari upaya restrukturisasi.
Langkah ini mengikuti akuisisi senilai 2 triliun Yen oleh Japan Industrial Partners (JIP), sebuah perusahaan ekuitas swasta, yang membuat Toshiba tidak lagi terdaftar di bursa pada Desember lalu.
Dengan kepemimpinan yang terlatih baik dan fokus pada pemotongan biaya, dipimpin oleh Koji Ikeya, yang sebelumnya menjabat sebagai CFO Mitsubishi Motors, Toshiba berencana mengurangi anggaran.
Dengan memusatkan pada pemotongan tenaga kerja berusia lanjut dan gaji yang tinggi melalui program insentif pensiun dini.
Baca Juga: Dibekali AI, Ini Spesifikasi Toshiba New Quantum Dot TV M550M
Menurut Go Matsumoto, direktur pelaksana senior keuangan perusahaan di FTI Consulting, restrukturisasi ini merupakan langkah yang diharapkan mengingat status privatisasi Toshiba.
"Skalanya akan mengejutkan jika terjadi pada perusahaan tercatat akan berdampak besar pada harga saham. Mereka baru bisa (melakukan) PHK yang sangat dinamis begitu mereka delisting," ujar Matsumoto, dikutip dari Japantimes.co.jp, Selasa (21/5/2024).
Japan Industrial Partners (JIP), yang didirikan pada 2002, telah terlibat dalam berbagai akuisisi, termasuk di bidang pencitraan melalui akuisisi Olympus pada tahun 2021.
Dengan perubahan struktural dan restrukturisasi industri di Jepang, JIP melihat peluang bisnis baru terbuka dengan privatisasi perusahaan seperti Toshiba.
Meskipun pada masa lalu perusahaan ekuitas swasta sering dipandang negatif karena pendekatannya yang agresif, perubahan struktural di pasar keuangan Jepang telah membuka pintu bagi pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Toshiba Hadirkan New Mini LED TV Z870M, Simak Keunggulannya
Selain pemotongan tenaga kerja, Toshiba juga merilis 'Rencana Revitalisasi' yang menyoroti strategi untuk pengurangan duplikasi sumber daya, peningkatan profitabilitas, pilihan kerja hybrid, rekrutmen lulusan baru dan pengembangan kecerdasan buatan.
Meski kabar tentang pemangkasan pekerjaan mendominasi dalam beberapa bulan mendatang, Toshiba diharapkan akan mengungkapkan strategi lebih lanjut untuk bisnis intinya dengan fokus pada sektor semikonduktor dan dekarbonisasi.
Dengan tantangan besar di depan mata, langkah-langkah ini menandai titik puncak perubahan bagi Toshiba setelah beberapa tahun ketegangan dan perubahan pimpinan yang cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








