Jepang Hadirkan Mesin Cuci AI yang Mampu Bersihkan Tubuh Manusia dalam 15 Menit

AKURAT.CO Jepang menghadirkan Mirai Ningen Sentakuki, mesin cuci manusia berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat membersihkan tubuh dalam 15 menit. Perangkat buatan Science Co ini menggunakan jet air dan gelembung mikroskopis untuk memberikan pembersihan dan relaksasi.
Inovasi ini hadir sebagai solusi kebersihan cepat bagi masyarakat yang memiliki jadwal padat. Teknologinya dirancang agar tetap nyaman digunakan tanpa mengurangi efektivitas perawatan diri.
Dengan perpaduan efisiensi dan ketenangan, perangkat ini dinilai dapat menjadi terobosan di dunia kebersihan pribadi. Kehadirannya diharapkan menawarkan pengalaman perawatan tubuh yang lebih praktis dan menenangkan.
Mesin berbentuk kapsul transparan ini bekerja dengan mengisi ruang dengan air hangat sebelum jet air menyapu kotoran dari kulit. Elektroda pada kursi memantau sinyal tubuh pengguna untuk menyesuaikan suhu dan tekanan air agar lebih nyaman.
Selain membersihkan, teknologi AI di dalamnya juga membaca kondisi emosi pengguna. Visual menenangkan kemudian ditampilkan di dalam kapsul untuk menciptakan pengalaman relaksasi yang lebih personal.
Konsep mesin cuci manusia pernah muncul pada World Expo 1970 melalui karya Sanyo Electric, tetapi tidak masuk produksi massal. Science Co kini mengembangkan ulang ide tersebut dengan teknologi modern agar lebih relevan dengan kebutuhan saat ini.
Dikutip dari The Economic Times, Jumat (12/12/2025), Mirai Ningen Sentakuki akan diperlihatkan di Osaka Kansai Expo 2025, dan sebanyak 1.000 pengunjung mendapat kesempatan mencobanya langsung. Antusiasme publik terus meningkat setelah reservasi dibuka.
Perangkat ini juga dipertimbangkan untuk digunakan di fasilitas kesehatan, panti jompo dan untuk para pekerja dengan jadwal padat. Science Co berencana menghadirkan versi komersial dan edisi rumahan setelah Expo, meski harga dan jadwal rilis belum ditentukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









