Pakar IT Ungkap Motif di Balik Serangan Hacker yang Meningkat

AKURAT.CO Dalam beberapa waktu terakhir, kasus serangan hacker semakin sering terjadi. Lantas, apa sebenarnya motif utama di balik peningkatan serangan ini?
Serangan siber dapat dilakukan oleh berbagai aktor, mulai dari individu hingga kelompok, bahkan organisasi besar yang menyerang dari negara ke negara lain. Meskipun alasan di balik serangan ini bervariasi, secara umum motif utamanya adalah ekonomi.
"Serangan cyber itu umumnya adalah motif ekonomi, mencari uang," ujar Muhammad Salahuddien, Pakar IT dari Cyber Security Independent Resilience Team of Indonesia (CSIRT), kepada AKURAT.CO, Senin (24/6/2024).
Menurutnya, serangan siber tidak selalu berujung pada pencurian data, meskipun akhir-akhir ini banyak kasus yang melibatkan pencurian data. Salahuddien menjelaskan bahwa data yang dicuri biasanya dijual kembali kepada pihak ketiga.
"Ada juga yang mencuri rahasia tentang perdagangan, persaingan usaha, namun kebanyakan data yang dicuri dijual kembali," tambahnya.
Dengan demikian, motif ekonomi menjadi alasan utama di balik serangan hacker yang kian meningkat, dengan pencurian data untuk dijual kembali sebagai salah satu tren yang paling banyak terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








