Anthropic Temukan Upaya Serangan Siber Otomatis dari China yang Manfaatkan Chatbot

AKURAT.CO Perusahaan AI Anthropic mengungkap adanya peretas yang diduga terkait pemerintah Cina yang memakai chatbot Claude untuk serangan siber otomatis. Mereka berpura-pura sebagai analis keamanan dan memberi tugas kecil yang dirangkai menjadi operasi spionase.
Laporan perusahaan menyebut target serangan mencakup sektor teknologi, keuangan, manufaktur kimia dan lembaga pemerintah. Peretas memanfaatkan bantuan pengkodean Claude untuk membuat program yang bisa menyerang sistem secara mandiri.
Anthropic juga mengklaim chatbot tersebut sempat menembus beberapa organisasi dan mengambil data sensitif. Namun, akses para pelaku akhirnya berhasil diblokir.
Meski begitu, klaim Anthropic mendapat tanggapan beragam dari para ahli keamanan. Martin Zugec dari perusahaan Bitdefender, menilai laporan tersebut masih minim bukti teknis yang bisa diverifikasi publik.
"Laporan Anthropic membuat klaim yang berani dan spekulatif tetapi tidak memberikan bukti intelijen ancaman yang dapat diverifikasi," ujarnya, dikutip dari BBC, Senin (24/11/2025).
Ia menilai diperlukan transparansi lebih besar untuk memahami ancaman nyata penggunaan AI dalam serangan otomatis. Menurutnya, informasi yang jelas akan membantu menilai tingkat risiko sebenarnya.
Kasus penyalahgunaan AI oleh aktor negara bukan hal baru. Pada awal 2024, OpenAI melaporkan lima grup peretas mencoba memakai layanannya, sementara Anthropic belum menjelaskan dasar dugaan keterlibatan pemerintah Cina.
Para pakar keamanan melihat teknologi AI memang berpotensi dimanfaatkan dalam peretasan, meski sebagian besar masih pada tahap uji coba. Penelitian Google juga menunjukkan banyak teknik serangan berbasis AI yang belum stabil atau benar-benar efektif.
Namun, ada pihak yang menilai risiko ini kadang dibesar-besarkan oleh perusahaan AI maupun keamanan siber. Tujuannya bisa saja untuk meningkatkan perhatian dan minat terhadap layanan mereka.
Anthropic mengatakan bahwa ancaman tersebut sebaiknya dihadapi dengan memperkuat pertahanan menggunakan AI. Mereka juga mengakui Claude masih sering membuat kesalahan, sehingga upaya peretasan otomatis sepenuhnya belum dapat terwujud.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







