Microsoft Perkenalkan Chip Baru untuk Mendukung Cloud Azure dan Keamanan Data

AKURAT.CO Microsoft mengumumkan peluncuran dua chip baru untuk memperkuat infrastruktur cloud Azure dan keamanan data. Hal ini menunjukkan komitmen Microsoft dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan di tengah permintaan teknologi berbasis AI yang terus meningkat.
Chip pertama, Azure Boost DPU, dirancang untuk mendukung beban kerja yang kompleks dengan efisiensi daya tinggi. Microsoft mengklaim bahwa chip ini mampu meningkatkan kinerja server Azure hingga empat kali lipat sambil mengurangi konsumsi daya hingga tiga kali lipat dibandingkan server saat ini.
Azure Boost DPU dikembangkan untuk memaksimalkan penyimpanan, jaringan dan akselerasi cloud. Chip ini diyakini berasal dari teknologi Fungible, perusahaan pengembang DPU yang diakuisisi Microsoft pada akhir 2022 dengan nilai sekitar $190 juta (sekitar Rp2,9 triliun).
DPU, yang juga dikembangkan oleh perusahaan seperti Nvidia dan AMD, bertujuan mengurangi beban kerja pada CPU dengan menangani tugas-tugas spesifik seperti keamanan dan jaringan data.
Selain itu, Microsoft juga memperkenalkan Azure Integrated Hardware Security Module (HSM), chip keamanan baru yang dirancang untuk melindungi kunci enkripsi dan tanda tangan digital tanpa mengorbankan performa.
Chip ini akan diterapkan pada setiap server baru di pusat data Azure mulai tahun depan untuk meningkatkan perlindungan beban kerja rahasia dan umum.
HSM Azure menjadi inovasi kedua Microsoft dalam teknologi keamanan setelah chip Pluton yang sebelumnya digunakan pada prosesor Intel, AMD dan Qualcomm.
Namun, tantangan dalam memastikan keamanan chip tetap menjadi perhatian, mengingat beberapa chip keamanan sebelumnya dari perusahaan lain ditemukan memiliki kerentanan.
Langkah Microsoft ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjawab meningkatnya kebutuhan keamanan di tengah ancaman dunia maya yang semakin kompleks.
"Dalam lanskap ancaman yang berubah dengan cepat saat ini, dipengaruhi oleh peristiwa global dan kemajuan AI, keamanan harus menjadi perhatian utama," ujar Vasu Jakkal selaku CVP keamanan Microsoft, dikutip dari Techcrunch.com, Senin (25/11/2024).
Chip-chip baru ini juga diharapkan dapat membantu perusahaan teknologi mengurangi konsumsi energi pusat data, yang menjadi fokus utama hyperscalers seperti Microsoft, Amazon dan Google.
Dengan teknologi yang terus berkembang, pasar DPU diperkirakan akan mencapai nilai $5,5 miliar (sekitar Rp85,2 triliun) pada 2031.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







