Akurat
Pemprov Sumsel

EDGE DC Rebranding Menjadi Digital Edge Indonesia, Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Infrastruktur Digital di Asia Pasifik

Naufal Lanten | 9 Desember 2025, 18:24 WIB
EDGE DC Rebranding Menjadi Digital Edge Indonesia, Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Infrastruktur Digital di Asia Pasifik

 

AKURAT.CO Industri pusat data di Indonesia kembali mendapat sorotan besar setelah EDGE DC resmi bertransformasi menjadi Digital Edge Indonesia. Pengumuman ini disampaikan pada 9 Desember 2025 di Jakarta, menandai langkah strategis untuk menyatukan identitas perusahaan dengan ekosistem Digital Edge di kawasan Asia Pasifik.

Rebranding ini bukan sekadar pergantian nama. Perubahan tersebut mempertegas posisi Digital Edge Indonesia sebagai pemain utama yang menggabungkan standar internasional dengan keahlian lokal, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional. Dengan reputasi yang telah dibangun sejak 2018, perusahaan ini kini ingin melaju lebih jauh dengan identitas yang selaras dengan platform regional Digital Edge.


Mengapa EDGE DC Melakukan Rebranding Menjadi Digital Edge Indonesia?

Langkah ini hadir sebagai bagian dari integrasi menyeluruh dengan jaringan Digital Edge di Asia Pasifik. Tujuannya adalah memastikan seluruh operasi, mulai dari teknik, layanan pelanggan, hingga operasional, mengikuti standar global yang sama dan semakin siap menghadapi pertumbuhan permintaan infrastruktur digital di Indonesia.

John Freeman, CEO Digital Edge, menjelaskan alasan utama di balik perubahan besar ini melalui pernyataannya:
“Indonesia memiliki salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia. Rebranding ini memperkuat identitas regional kami dan memastikan kemampuan untuk berkembang dengan standar operasional kelas dunia seiring meningkatnya permintaan infrastruktur digital," ujar Freeman melalui pengumuman yang diterima AKURAT.CO, Selasa, 9 Desember 2025.

Dengan semakin pesatnya penggunaan layanan cloud, fintech, e-commerce, gaming, dan aplikasi digital lainnya, kebutuhan terhadap pusat data yang andal dan siap untuk skala besar (hyperscale) terus meningkat. Identitas baru ini menegaskan kesiapan Digital Edge Indonesia untuk menjawab kebutuhan tersebut.


Kapasitas 29MW: Digital Edge Indonesia Jadi Operator Data Center Terbesar di Pusat Kota Jakarta

Sejak pertama kali berdiri sebagai EDGE DC pada 2018, perusahaan ini telah mencatatkan pertumbuhan pesat. Dua fasilitas utamanya, EDGE1 dan EDGE2, kini memiliki kapasitas gabungan 29MW, menjadikannya operator pusat data terbesar di area pusat kota Jakarta.

Keunggulan fasilitas ini mencakup:

  • Lokasi strategis di jantung Jakarta

  • Infrastruktur carrier-neutral yang memudahkan integrasi antar penyedia layanan

  • Keandalan operasional yang telah diakui oleh berbagai pelaku industri

Digital Edge Indonesia saat ini melayani beragam sektor strategis, termasuk perusahaan cloud, layanan keuangan, hyperscale, enterprise, perusahaan jaringan, hingga UMKM yang tengah mempercepat transformasi digital.

Fasilitas terbaru, EDGE2, menjadi salah satu pusat data paling modern di Indonesia, dengan desain ramah lingkungan dan standar operasional kelas dunia. 


Suntikan Pendanaan US$325 Juta dari BCA: Sinyal Kuat untuk Ekspansi Besar

Salah satu langkah penting yang menyertai rebranding adalah pendanaan baru sebesar US$325 juta atau sekitar Rp5,5 triliun, yang diperoleh Digital Edge Indonesia dari PT Bank Central Asia, Tbk (BCA).

Pendanaan ini dialokasikan untuk:

  • Pengembangan infrastruktur digital baru di Jakarta

  • Refinancing fasilitas yang sudah berjalan

  • Penyelesaian pembangunan pusat data EDGE2

Investasi ini menunjukkan besarnya kepercayaan perbankan nasional terhadap potensi pertumbuhan pusat data di Indonesia—sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi digital. Arus dana ini juga membuka peluang lebih besar bagi lahirnya inovasi digital di berbagai sektor industri.

Stephanus Oscar, CEO Digital Edge Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan:
“Kami berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dan berperan aktif dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional melalui layanan pusat data yang andal dan berstandar global.”


Dampak Rebranding bagi Ekosistem Digital Indonesia

Transformasi Digital Edge Indonesia membawa sejumlah dampak positif bagi industri dan ekonomi digital tanah air. Di antaranya:

  1. Meningkatkan daya saing infrastruktur digital nasional
    Akses terhadap pusat data berskala besar dan berstandar global semakin terbuka bagi perusahaan lokal maupun multinasional.

  2. Menarik lebih banyak investasi asing
    Indonesia diposisikan sebagai pasar pusat data dengan pertumbuhan tercepat di Asia, sehingga peluang aliran modal semakin besar.

  3. Mendorong perluasan lapangan kerja di sektor teknologi
    Pengembangan EDGE2 dan fasilitas baru akan menciptakan berbagai peluang kerja di bidang teknik, IT, dan operasional.

  4. Memperkuat transformasi digital UMKM dan korporasi
    Infrastruktur modern yang lebih terjangkau dan berkualitas tinggi akan membantu pelaku bisnis meningkatkan skalabilitas layanan digital.

  5. Memacu adopsi cloud dan layanan digital
    Semakin banyak perusahaan yang bisa memanfaatkan layanan pusat data berspesifikasi hyperscale untuk mempercepat inovasi.

Perubahan identitas ini bukan hanya langkah branding, tetapi juga strategi jangka panjang untuk mendukung fondasi ekonomi digital Indonesia ke level berikutnya.


Sekilas Tentang Digital Edge Indonesia

Digital Edge Indonesia adalah bagian dari platform Digital Edge Asia Pasifik yang menyediakan solusi pusat data berperforma tinggi dan berkelanjutan. Sebagai penyedia layanan carrier-neutral, perusahaan ini memungkinkan konektivitas dari berbagai operator dan penyedia cloud, sehingga memudahkan integrasi bagi perusahaan yang ingin memperluas infrastruktur digitalnya.

Didirikan pada 2018 sebagai EDGE DC, perusahaan kini telah berkembang menjadi salah satu penggerak utama ekosistem pusat data di Indonesia, dengan kombinasi standar global dan keahlian lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka.


Kesimpulan

Rebranding EDGE DC menjadi Digital Edge Indonesia menandai babak baru bagi industri pusat data di Indonesia. Dengan dukungan pendanaan besar dari BCA, ekspansi fasilitas 29MW, serta integrasi penuh dengan ekosistem Digital Edge Asia Pasifik, perusahaan ini siap memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

Baca Juga: Perluas Operasi Global, ITSEC Asia Luncurkan Program Keamanan Digital bagi Perempuan

Baca Juga: Kebut Transformasi Digital, RI-Jepang Gandeng Ratusan Industri Nasional

FAQ: Digital Edge Indonesia Resmi Rebranding dan Rencana Ekspansi Besar

1. Apa itu Digital Edge Indonesia?

Digital Edge Indonesia adalah penyedia pusat data (data center) carrier-neutral yang menawarkan layanan berkinerja tinggi dan siap mendukung kebutuhan hyperscale. Perusahaan ini awalnya dikenal sebagai EDGE DC sebelum resmi melakukan rebranding pada 9 Desember 2025.

2. Mengapa EDGE DC melakukan rebranding menjadi Digital Edge Indonesia?

Rebranding dilakukan untuk menyatukan identitas perusahaan dengan ekosistem Digital Edge di Asia Pasifik, memperkuat standar global dalam teknik, operasional, dan layanan pelanggan, serta mempersiapkan ekspansi kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia.

3. Apa saja fasilitas yang dimiliki Digital Edge Indonesia?

Digital Edge Indonesia mengoperasikan dua pusat data utama, yaitu EDGE1 dan EDGE2, dengan kapasitas gabungan 29MW, yang menjadikannya operator pusat data terbesar di area pusat kota Jakarta.

4. Sektor apa saja yang dilayani oleh Digital Edge Indonesia?

Perusahaan ini melayani berbagai sektor mulai dari layanan cloud, keuangan, enterprise, hyperscale, hingga perusahaan jaringan dan UMKM yang tengah masuk ke transformasi digital.

5. Berapa besar pendanaan baru yang diterima Digital Edge Indonesia?

Digital Edge Indonesia mendapatkan pendanaan sebesar USD 325 juta (sekitar Rp 5,5 triliun) dari PT Bank Central Asia, Tbk (BCA).

6. Untuk apa pendanaan USD 325 juta tersebut digunakan?

Pendanaan tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur digital baru di Jakarta, refinancing fasilitas yang ada, serta penyelesaian pembangunan pusat data EDGE2.

7. Apa manfaat rebranding ini bagi ekosistem digital Indonesia?

Rebranding Digital Edge Indonesia diharapkan dapat memperkuat transformasi digital nasional, menarik lebih banyak investasi asing, menciptakan lapangan kerja baru, mempermudah adopsi cloud, dan menghadirkan infrastruktur digital berstandar dunia bagi berbagai pelaku industri.

8. Apa kata pimpinan Digital Edge terkait perubahan ini?

CEO Digital Edge, John Freeman, menegaskan bahwa Indonesia adalah salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia. Sementara itu, CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menyatakan komitmen perusahaan dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional melalui layanan pusat data berstandar global.

9. Mengapa pusat data menjadi infrastruktur penting saat ini?

Dengan meningkatnya penggunaan layanan cloud, aplikasi digital, fintech, gaming, e-commerce, dan layanan daring lainnya, pusat data menjadi fondasi utama yang memastikan layanan digital tetap cepat, aman, dan stabil.

10. Bagaimana dampaknya untuk perusahaan lokal dan UMKM?

Perusahaan lokal dan UMKM akan mendapatkan akses yang lebih mudah ke infrastruktur pusat data berkelas global, sehingga dapat meningkatkan skalabilitas layanan digital mereka dan mempercepat transformasi bisnis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.