AKURAT.CO Meta Platforms Inc., perusahaan teknologi raksasa milik Mark Zuckerberg, dilaporkan akan memberhentikan sekitar 3.600 karyawan atau sekitar lima persen dari total tenaga kerjanya.
Baca Juga: Setelah Hapus Pemeriksa Fakta, Meta Hapus Kebijakan Sensor dan Promosikan Kebebasan Berbicara
Dalam memo internal, Zuckerberg menyatakan bahwa Meta akan mempercepat evaluasi terhadap karyawan dengan kinerja terendah.
"Kami biasanya mengelola orang-orang yang tidak memenuhi harapan selama setahun, tetapi sekarang kami akan melakukan pemotongan berbasis kinerja yang lebih luas selama siklus ini," ungkap Zuckerberg, dikutip dari Bloomberg.com, Sabtu (18/1/2025).
Karyawan yang terdampak akan menerima pemberitahuan resmi pada 10 Februari.
Dikutip dari CNBC.com, mereka akan mendapatkan pesangon serupa dengan yang diberikan pada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelumnya.
Baca Juga: Cara Mudah Menggunakan Meta AI di WhatsApp untuk Obrolan Pribadi dan Grup
Tahun lalu, Meta menawarkan paket pesangon berupa 16 minggu gaji pokok, tambahan dua minggu untuk setiap tahun masa kerja, pembayaran sisa cuti, enam bulan asuransi kesehatan, dukungan karier selama tiga bulan, serta bantuan imigrasi bagi karyawan asing.
Keputusan ini datang bersamaan dengan sejumlah kebijakan baru Meta yang kontroversial.
Salah satunya adalah penghapusan pemeriksa fakta untuk digantikan oleh fitur 'Community Notes.'
Kebijakan ini menuai kritik dari organisasi hak asasi manusia karena dianggap dapat meningkatkan potensi kekerasan dan penyebaran informasi yang salah.
Selain itu, Meta mencabut beberapa larangan terhadap ujaran kebencian, mengizinkan konten yang merendahkan kelompok tertentu.
Perusahaan juga menghapus beberapa inisiatif keberagaman, seperti tema trans dan nonbiner di aplikasi Messenger, serta fasilitas tertentu di Kantor Meta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









