Elon Musk Ingin Tingkatkan Nilai X hingga Rp718 Triliun Seperti Saat Akuisisi

AKURAT.CO Elon Musk dilaporkan sedang mencari dana tambahan untuk platform media sosialnya, X (sebelumnya dikenal Twitter), dengan penilaian sebesar $44 miliar (sekitar Rp718 triliun), angka yang sama dengan yang ia bayarkan saat mengakuisisi perusahaan pada Oktober 2022.
Pendapatan X anjlok hampir setengah dari yang dihasilkan saat masih bernama Twitter. Salah satu investornya, Fidelity, bahkan melaporkan bahwa nilai investasinya turun hingga 79 persen sejak akuisisi tersebut.
Dikutip dari Bloomberg, Jumat (21/2/2025), Musk tetap berupaya mengembalikan nilai perusahaan ke tingkat semula. Ia terus melakukan berbagai strategi untuk mencapai target tersebut.
Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) disebut-sebut menjadi faktor penting dalam strategi Musk. Dukungan Musk kepada Donald Trump dan keterlibatannya dalam politik AS memberikan dampak positif pada bisnisnya.
Setelah Trump terpilih kembali, Musk ditunjuk untuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), memberinya pengaruh besar dalam pengeluaran federal.
Kedekatan ini membantu perusahaan Musk, seperti Tesla dan SpaceX, memperoleh dana besar dari pemerintah.
Selain itu, sejumlah pengiklan yang sebelumnya meninggalkan X karena kontroversi konten dan pernyataan Musk mulai mempertimbangkan untuk kembali.
Beberapa merek ternama, termasuk Apple, bahkan telah kembali beriklan di platform tersebut.
Seiring dengan upaya mengaktifkan fitur transaksi keuangan dan mengintegrasikan teknologi AI melalui xAI dan chatbot Grok, Musk berharap dapat menarik minat investor dengan penilaian sebesar $44 miliar (sekitar Rp718 triliun).
Dukungan politik yang kuat dari Trump diyakini memberikan dorongan positif bagi Musk dalam menggalang dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan X.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








