Ini Peran NVIDIA dalam Mendorong Perkembangan Robot Humanoid

AKURAT.CO Nvidia memperkenalkan teknologi baru yang dirancang untuk mempercepat perkembangan robot humanoid dalam Konferensi Teknologi GPU (GTC) 2025.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menyoroti konsep AI Fisik, yaitu kecerdasan buatan yang membuat robot dapat beroperasi secara lebih efektif di dunia nyata. Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah Isaac GR00T N1, model AI sumber terbuka yang sudah dilatih dengan dasar-dasar penting.
Model ini terbagi menjadi dua sistem, yaitu satu untuk respons cepat dan satu lagi untuk perencanaan tindakan. Untuk mempercepat pembelajaran robot, Nvidia juga memanfaatkan Omniverse dengan Cosmos.
Teknologi ini membuat pelatihan berbasis simulasi dapat menggunakan data sintetis yang menyerupai dunia nyata. Menurut Akhil Docca, Manajer Pemasaran Proyek Senior Omniverse, Cosmos tidak hanya meningkatkan fotorealisme, tetapi juga dapat menghasilkan data dalam jumlah besar dengan lebih efisien.
"Kosmos penting karena tidak hanya memungkinkan peningkatan data untuk fotorealisme, tetapi juga memungkinkan Anda untuk membuat (jumlah) data yang sangat besar secara eksponensial," ujarnya, dikutip dari Cnet, Selasa (25/3/2025).
Agar simulasi semakin realistis, Nvidia berkolaborasi dengan DeepMind dan Disney untuk mengembangkan Newton, mesin fisika sumber terbuka. Dalam demonstrasi, Huang menampilkan robot BDX yang dikendalikan jarak jauh untuk menunjukkan potensi teknologi ini.
Teknologi robot humanoid ini dipandang sebagai solusi atas kekurangan tenaga kerja global. Huang memprediksi defisit sekitar 50 juta pekerja pada akhir dekade ini.
Menurut Nvidia, perkiraan tersebut didasarkan pada data dari berbagai industri seperti manufaktur, energi terbarukan, transportasi, kesehatan dan konstruksi di AS serta Eropa.
"Ini lebih seperti berlangganan layanan mengemudi sendiri penuh untuk kendaraan otonom. Pelanggan membeli mobil dan kemudian membayar untuk layanan yang diinginkannya di atas. Kami percaya robot akan sama. Beli robot dan bayar untuk layanan di atas," kata NVIDIA.
Terkait harga robot humanoid di masa depan, Nvidia membayangkan model bisnis berbasis langganan layanan, mirip dengan sistem kendaraan otonom. Pelanggan akan membeli robot dan kemudian membayar layanan tambahan sesuai kebutuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







